Barito SelatanDPRD Barito Selatan

Bentuk Regu Khusus Hadapi Kemungkinan Terburuk Wabah Covid-19

Satu regu khusus tersebut guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya penolakan pemakaman jenazah Covid-19 oleh masyarakat.

FOTO : Tentukan langkah selama masa tanggap darurat, GTPPC-19 Barsel laksanakan rapat, Jumat (24/4/2020).

gerakkalteng.com – BUNTOK – Bersiaga menghadapi dampak terburuk kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Kodim 1012/Buntok siapkan satu regu khusus pengawalan pemakaman jenazah terkonfirmasi infeksi Sars Cov 2 tersebut.

Hal ini, disampaikan oleh Komandan Kodim 1012/Btk Lekol Inf. Tuwadi, di dalam forum rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Barsel, yang dilaksanakan di Aula Setda Kantor Bupati setempat, Jumat (24/4/2020).

“Untuk menghadapi skenario terburuk, kami sudah siapkan satu regu khusus TNI untuk menangani pemakaman jenazah Covid-19,” sampaikan Tuwadi.

Disiapkannya satu regu khusus tersebut, dijelaskan oleh perwira TNI berpangkat dua melati itu, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya penolakan pemakaman jenazah Covid-19 oleh masyarakat. Sebagaimana diketahui selama ini, di beberapa daerah sempat terjadi peristiwa penolakan tersebut.

“Untuk itu kami siap mengawal, agar jangan sampai terjadi penolakan pemakaman jenazah ini nantinya,” tegasnya.

Berkaitan dengan hal itu, Wakil Bupati Barsel yang juga merupakan wakil ketua GTPPC-19 Bumi Batuah itu, Satya Titiek Atyani Djoedir, mengusulkan agar pemkab bersama seluruh tim GTPPC-19 bisa menetapkan lokasi pemakaman khusus untuk jenazah Covid-19 ini nantinya.

“Ini perlu dilakukan penetapan tempat pemakaman khususnya, agar nantinya tidak terjadi peristiwa penolakan oleh masyarakat,” tutur Aty.

Menyambut baik usul tersebut, Bupati sekaligus Ketua GTPPC-19 Barsel, H. Eddy Raya Samsuri, mengatakan bahwa untuk sementara ini akan segera memikirkan hal itu.

Namun saat ini, dikarenakan pemakaman biasa dilakukan di pemakaman umum, maka untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penolakan oleh warga, pemkab dengan dikawal oleh TNI dan Kepolisian, akan berusaha memakamkan jenazah Covid-19 sebagaimana biasanya.

“Kita berharap agar tidak sampai terjadi penolakan semacam itu oleh warga kita, maka kita menyambut baik apa yang disampaikan pak Dandim. Selain itu, kit juga akan mengedukasi warga dengan cara-cara persuasif,” tukas Eddy. (petu)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *