DPRD Kalimantan TengahHeadlineKalimantan Tengah

Cegah Penularan Covid-19 dengan Pakai Masker

“Menyusul kebijakan tersebut, mulai hari ini, masyarakat diwajibkan menggunakan masker. Namun masker bedah dan N95 diperuntukan hanya bagi petugas kesehatan, sedangkan masyarakat bisa menggunakan masker berbahan kain” jelas Maryani, saat dibincangi awak media, Sabtu (11/04/2020).

FOTO : Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalteng, Hj Maryani Sabran.

gerakkalteng.com – PALANGKA RAYA – Masyarakat diharuskan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kebijakan tersebut diambil untuk mencegah penularan Covid-19 pada masyarakat yang saat ini sedang pandemi di Indonesia, terutama pada Kota Palangka Raya yang masuk dalam zona merah.

Hal ini mendapat respon positif dari Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalteng yang membidangi perekonomian dan sumber daya alam (SDA), Hj Maryani Sabran. Kebijakan tersebut mengacu pada rekomendasi organisasi kesehatan dunia (WHO).

“Menyusul kebijakan tersebut, mulai hari ini, masyarakat diwajibkan menggunakan masker. Namun masker bedah dan N95 diperuntukan hanya bagi petugas kesehatan, sedangkan masyarakat bisa menggunakan masker berbahan kain” jelas Maryani, saat dibincangi awak media, Sabtu (11/04/2020).

Selain itu ucap Maryani, penggunaan masker kain karena dapat digunakan berulangkali sebelum dicuci alangkah baiknya masker direbus terlebih dahulu, rendam selama kurang lebih 15 menit dengan air sabun, kemudian di cuci, pastikan bersih dan sudah dalam keadaan steriel sebelum digunakan kembali.

“Tujuan masker direbus dianggap efektif membunuh virus yang menempel pada alat pelindung mulut dan hidung tersebut. Berdasarkan penelitian masker kain dapat menangkal virus sebesar 70 persen, dengan demikian masyarakat tetap harus menjaga jarak kurang lebih tiga meter,” tuturnya.

Pemerintah telah mengidentifikasi ada tiga jenis masker yang beredar dimasyarakat dan rumah sakit, lanjut Politisi perempuan PDIP ini. Yaitu, pertama, masker kain, kedua, masker bedah yang khusus dibuat berwarna orange, banyak digunakan tenaga medis dan pasien yang terinfeksi virus.

Kemudian, yang ketiga masker N95, yang sempat langka dan mengalami lonjakan harga ini dikhususkan bagi tenaga medis menangani pasien pasien dengan infeksi tinggi. Masker inipun hanya digunakan oleh tenaga medis pada fasilitas kesehatan.

“Meski sudah menggunakan masker, kami harap masyarakat tetap memperhatikan faktor kesehatan serta kewaspadaan. Menerapkan kedisiplinan untuk tetap menjaga jarak, kebersihan tubuh, dan lingkungan, saling mengingatkan apabila saat hendak bepergian lupa menggunakan masker ”tutup Maryani. (YS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *