Barito TimurDPRD Barito TimurHeadline

Imbau Warga Bartim Patuhi dan Taat Kebijakan Pemerintah

"Jangan keluar rumah kalau memang tidak sangat perlu, bahkan jika terpaksa maka harus menggunakan masker. Ini harus ditekankan, ya harus ajak semua masyarakat mendisiplinkan untuk pakai masker saat keluar rumah atau bepergian jauh,"ucap Sekertaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Ir. Eskop, Selasa (28/4/2020).

gerakkalteng.com – Tamiang Layang – Untuk mengurangi resiko terus menyebarnya Covid-19 di Kabupaten Barito Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Ir. Eskop mengharapkan agar warga seluruh Barito Timur bisa mengikuti kebijakan yang sudah diambil pemerintah.

Ia mengungkapkan kebijakan yang diambil pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk kebaikan kita bersama dalam menghadapi pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Jangan keluar rumah kalau memang tidak sangat perlu, bahkan jika terpaksa maka harus menggunakan masker. Ini harus ditekankan, ya harus ajak semua masyarakat mendisiplinkan untuk pakai masker saat keluar rumah atau bepergian jauh,”ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Ir. Eskop, Selasa (28/4/2020).

Dirinya menambahkan, jangan menunggu baru ada yang terkena virus, baru berupaya untuk mencegah dan yang terpenting yakni saling mengingatkan sesama warga untuk sadar terhadap imbau protokol kesehatan.

Sekda Bartim mengajak warga belajar dari Pengalaman Italia dan Spanyol. Pertama yang terkena virus corona atau Covid-19 hanya satu atau dua orang saja, tapi pemerintah dan masyarakatnya menganggap biasa, kebiasaan dalam kerumunan massa seperti nonton Liga Italia, kumpul-kumpul di Cafe dalam jumlah besar yang dianggap hal biasa. Semua menganggap enteng.

“Satu atau tiga minggu berlalu, tidak terjadi apa-apa. setelah satu bulan apa yang terjadi. Penularan wabah dalam jumlah yang besar. Negara modern sekelas Italia dan Spanyol dengan fasilitas kesehatan dan peralatan modern saja, tak sanggup mengatasi orang-orang yang terkena corona atau Covid-19, rumah sakit tak sanggup menampungnya, maka banyak pasien yang tidak terawat, dan banyak jenazah yang tidak tertangani,” ungkapnya.

Jakarta juga awalnya cuma satu atau dua orang, sekarang sudah ribuan yang terkena. Jadi harus dipahami, mengapa pemerintah melarang pengumpulan orang dalam jumlah banyak misalnya seperti meniadakan salat Jumat untuk sementara, acara hiburan juga di tindakan. itu bukan melarang salat Jumatnya, tapi hanya melarang pengumpulan orang dalam jumlah yang banyak.

“Karena kalau dalam waktu yang bersamaan, bila terjadi terkena virus corona atau Covid-19 dalam jumlah orang yang banyak, pasti petugas kesehatan dan rumah sakit kewalahan menanganinya,” ujarnya.

Kita mendoakan agar para tim medis dapat selalu dilindungi, dan diberikan kesehatan, dalam menangani Covid-19 di Kabupaten Barito Timur bahkan seluruh Kalimantan Tengah, tambahnya. (ags)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *