DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Tiadakan Pesantren Ramadan Selama Corona

“Masa darurat Covid-19, pesantren kilat Ramadan dilakukan di rumah masing-masing. Kepala sekolah juga guru wajib memonitoringnya dari jarak jauh,” ujar Suparmadi, Minggu (26/4/2020).

gerakkalteng.com – SAMPIT – Program pesantren kilat yang biasa hadir di saat Ramadan setiap tahunnya, namun untuk tahun ini di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditiadakan lantaran wabah Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Suparmadi mengatakan, aktivitas yang sifatnya menghadirkan kerumunan selama pandemi Covid-19 bakal dihindarkan, termasuk pesantren kilat Ramadan yang khawatir menjadi satu media penyebaran virus itu.

“Masa darurat Covid-19, pesantren kilat Ramadan dilakukan di rumah masing-masing. Kepala sekolah juga guru wajib memonitoringnya dari jarak jauh,” ujar Suparmadi, Minggu (26/4/2020).

Dikatakan Suparmadi, tak adanya pesantren kilat saat Ramadan ini, tidak berarti para siswa tidak melakukan aktivitas sama sekali selama puasa. Tapi, mereka mesti belajar agama di rumahnya masing-masing dibimbing guru agama dari jarak jauh.

Terkait jadwal pelaksanaan diserahkan pada setiap sekolah. Sekolah bisa mengatur jadwalnya masing-masing bergantung dengan kondisi sekolah.

“Untuk teknis pelaksanaannya diserahkan kepada sekolah termasuk jadwal dan materinya,” jelasnya.

Dia menuturkan, sekolah bisa menggunakan media dan teknologi yang ada untuk teknis pelaksanaan pesantren kilat.

“Pasantren kilat bisa berbentuk materi, ceramah dan lain sebagainya,” kata Suparmadi.

Kadisdik menjelaskan, hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan sekolah. Karena penularan virus ini terjadi melalui kontak fisik. (drm/agg)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *