HeadlineHukum dan KriminalKalimantan TengahSeruyan

Bom Rakitan Pemuda Seruyan yang Bikin Geger Ternyata Palsu

"HG terduga pelaku teror memang memiliki keahlian merakit barang elektronik. Sehingga bermodalkan konten Youtube, pelaku mencoba merakit bom palsu itu yang akhirnya sempat membuat geger masyarakat," bebernya, Sabtu (2/5/2020).

gerakkalteng.com – KUALA PEMBUANG – Pihak kepolisian akhirnya mendapatkan fakta terbaru usai pemeriksaan mendalam terhadap HG (22) terduga pelaku teror di Masjid Nurul Yaqin Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan pada Jumat 1 Mei 2020 kemarin.

Kapolres Seruyan, AKBP Agung Tri Widiantoro konferensi persnya menjelaskan, fakta baru yang ditemukan adalah barang yang diduga bom ternyata tidak memiliki daya ledak alias bom palsu.

“HG terduga pelaku teror memang memiliki keahlian merakit barang elektronik. Sehingga bermodalkan konten Youtube, pelaku mencoba merakit bom palsu itu yang akhirnya sempat membuat geger masyarakat,” bebernya, Sabtu (2/5/2020).

Kapolres menuturkan, kabar tentang sebuah barang yang mulanya diduga bom di teras Masjid Nurul Yaqin tersebut sempat membuat pihaknya panik.

“Bahkan kami pun sesegera mungkin berkoordinasi dengan tim Gegana Polda Kalteng untuk menjinakan benda yang awalnya diduga bom ini,” ujarnya.

Perwira berpangkat dua melati emas dipundaknya tersebut menambahkan, sebelum melakukan aksinya, HG sempat menumpang kendaraan roda tiga milik temannya. Bahkan pelaku sempat memperlihatkan benda yang mirip bom dengan berkata “Ni bom wal”, tetapi temannya itu mengindahkan ucapan pelaku.

Kemudian, di perempatan salah satu apotik di Kuala Pembuang, terduga pelaku turun dari kendaraan yang ditumpangi nya, lalu berjalan kaki menuju arah masjid. Sesampainya di depan masjid, pelaku mendapat ide untuk menempatkan benda yang dirakitnya itu, persis di teras masjid, dengan maksud untuk menakut-nakuti temannya.

Kurang dari 1×24 jam, pihaknya telah berhasil menemukan HG yang sempat bersembunyi di salah satu sekolah di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. “Berdasarkan keterangan HG bahwa dirinya tidak ada niatan untuk meresahkan atau membuat geger masyarakat. Niat HG hanya lah ingin mengerjai dan menakut-nakuti teman-temannya saja,” Ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam, adapun komposisi benda yang diduga bom yang dirakit oleh HG, yakni terdiri dari 6 buah baterai, bekas kabel USB, kabel listrik, lem, bekas map atau kertas, dan sound system bekas ukuran kecil.

“Untuk merakit benda yang diduga bom tersebut, pelaku hanya memerlukan waktu sekitar 2 sampai 3 jam saja untuk merakit bom palsu ini,” Timpalnya.

Hal itu diketahui, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan tes urine terhadap terduga pelaku teror, yang hasilnya HG dinyatakan positif menggunakan narkoba. “Itu juga diakui lansung, oleh terduga pelaku teror, pada dua hari yang lalu menggunakan narkoba,” Imbuhnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih belum menentukan pasal yang disangkakan kepada terduga pelaku, karena mengingat masih proses penyidikan. Tetapi, teduga pelaku HG berikut barang bukti sudah diamankan di Polres Seruyan. (Tim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *