DPRD Kotawaringin TimurHeadlineKotawaringin Timur

Pabrik Sawit Diminta Terima Hasil Panen Petani Swadaya

FOTO : Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Anang Kapeliyus.

gerakkalteng.com – SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Dapil V, Anang Kapeliyus meminta dengan tegas agar seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di kabupaten setempat agar memberdayakan hasil kebun masyarakat lokal dengan menerima atau membeli tandan buah segar (TBS) hasil kebun milik masyarakat.

Pria yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi III dari Fraksi partai Demokrat itu menilai sejauh ini sudah ada contoh-contoh PKS yang memberikan rasa tanggungjawab secara sosialnya dengan memberdayakan hasil kebun kelapa sawit milik masyarakat yang mana menurutnya sudah merupakan bagian dari kewajiban setiap pihak perusahaan kepada masyarakat di wilayah operasional mereka.

“Saya minta dengan tegas kepada seluruh PKS yang ada di daerah kita ini untuk memberdayakan hasil kebun kelapa sawit milik masyarakat atau petani lokal daerah, terutama hasil kebun masyarakat yang merupakan daerah operasional PKS itu sendiri, itu menurut saya merupakan kewajiban secara sosial bagi masyarakat, sebagai contoh saat ini PT SSP, KMB, HSL, dan PT. Uni Primacom, ke empat perusahaan ini mau menerima hasil kebun milik masyarakat lokal, kenapa PKS atau perusahaan yang lain tidak melakukan hal yang sama,” ungkapnya Minggu (3/5/2020).

Anggota Dewan yang mulai dikenal vokal dan tegas ini yang juga sebelumnya pernah menjabat Kepala Desa tersebut menginginkan agar setiap PKS yang beroperasi di wilayah hukum Kotim ini meningkatkan rasa kepeduliannya terhadap ekonomi masyarakat secara jangka panjang.

“Kita ketahui saat ini di Kotawaringin Timur ini sudah hampir 80 persen masyarakat beralih profesi, dan banyak masyarakat memilih bekerja atau berusaha di bidang kelapa sawit, tetapi yang menjadi kendala masyarakat saat ini kesulitan menjual hasil kebunnya, itu terjadi karena perusahaan atau PKS yang jaraknya dekat dengan kebun masyarakat tidak mau menerima buah kelapa sawit hasil masyarakat ini yang menambah penderitaan masyarakat hingga saat ini,” tegasnya.

Bahkan Anang Kapeliyus juga miris dengan beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah memiliki PKS di daerah Dapil V itu lantaran tidak mau menerima hasil kebun milik masyarakat lokal disekitar tempat PKS atau perusahaan tersebut beroperasi.

“Mana tanggungjawab secara sosialnya, apalagi ini kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak stabil, ini sangat miris saya lihat contohnya PT Task, PT BUM, dan PT Unggul Lestari, perusahaan ini tidak mau menerima hasil kebun milik masyarakat. Sehingga ekonomi masyarakat terutama yang sudah beralih profesi menjadi petani kelapa sawit di daerah PKS tersebut beroperasi mati total, mau jual ke tempat lain mereka rugi karena jarak tempuh yang jauh,” timpalnya.

Dalam hal ini Anang Kapeliyus juga berharap agar ada campur tangan dari pemerintah daerah agar warga masyarakat yang merupakan petani lokal kelapa sawit di daerah ini bisa diberdayakan oleh pihak perusahaan setempat dan mendapatkan hasil yang sesuai.

“Dalam hal ini tidak bisa apabila tidak ada campur tangan pemerintah daerah, kami harap terkhusus masyarakat yang merupakan petani kelapa sawit ini diperhatikan, terutama untuk masalah penjualan buah atau Tandan Buah Segar (TBS) dari hasil kebun milik masyarakat lokal di Kotim ini,” tutupnya. (Drm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *