DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Ini Alasan Didukcapil Belum Berani Jemput Bola Perekeman KTP Elektronik

"Kalau kami lakukan jemput bola, maka protokol kesehatan sangat diperketat. Hal itu mengingat risiko terpapar virus corona sangat besar bagi operator," tegas Agus, Minggu (21/6/2020).

Gerakkalteng.com – SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kotawaringin Timur hingga saat ini belum berani melakukan sistem jemput bola melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) terhadap  warga yang belum mempunyai identitas diri.

Pendataan pembuatan KTP-el sekarang ini sangat dinanti masyarakat yang belum melakukan perekaman untuk dapat dipergunakan sebagai syarat hak pilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kotim dan Pilgub Kalteng pada 9 Desember mendatang.

Kepala Disdukcapil Kotim Agus T Tangkasiang mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, pihaknya belum melakukan sistem jemput bola. Kendati demikian, pihaknya dalam waktu dekat akan koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi serta dengan pimpinan daerah.

Agus mengungkapkan, kalaupun pihaknya melakukan jemput bola untuk melakukan perekaman KTP-el ke desa-desa, maka akan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Seperti warga wajib pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan penyedian bilik disinfektan.

“Kalau kami lakukan jemput bola, maka protokol kesehatan sangat diperketat. Hal itu mengingat risiko terpapar virus corona sangat besar bagi operator,” tegas Agus, Minggu (21/6/2020).

Selain itu, kata Agus, desa juga diminta menyiapkan sekat pembatas antara operator dan masyarakat saat melakukan perekaman.  Di samping itu, Agus juga mengimbau kepala desa harus meminta surat izin pengumpulan warga kepada aparat berwenang.

Sementara, bagi warga yang melakukan perekaman, Disdukcapil meminta syarat tambahan surat kesehatan dari Puskesmas.

“Sistem jemput bola akan kami programkan dengan meminta persetujuan pusat dan provinsi serta pimpinan daerah dengan protokol kesehatan Covid-19,” tandasnya.

Mantan camat Telawang itu membeberkan, untuk jumlah masyarakat Kotawaringin Timur yang sudah melakukan perekaman KTP-el mendekati 97 persen dari wajib KTP.

Seperti diketahui, animo masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan (adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kotawaringin Timur menurun. Hal itu disebabkan karena banyak warga yang gagap teknologi (gaptek) menggunakan sistem online yang diterapkan Disdukcapil. (drm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *