DPRD Gunung MasGunung Mas

Semua Sekolah Diharapkan Terapkan K13

”Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) mengakui bahwa sekitar 30 persen SD dan SMP belum menggunakan K13. Tentunya kami berharap, sekolah yang belum itu dapat menerapkannya secara bertahap,” ucap Lily, Minggu (4/10/2020).

Gerakkalteng.com – KUALA KURUN – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas, Lily Rusnikasi berharap, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah ini, yang belum menerapkan kurikulum 2013 (K13), agar dapat menerapkannya secara bertahap.

”Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) mengakui bahwa sekitar 30 persen SD dan SMP belum menggunakan K13. Tentunya kami berharap, sekolah yang belum itu dapat menerapkannya secara bertahap,” ucap Lily, Minggu (4/10/2020).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, ada banyak perbedaan antara Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan K13. Kalau KTSP, Bahasa Indonesia merupakan pengetahuan, sedangkan di K13 Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.

”Selanjutnya, kalau KTSP Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan mata pelajaran sendiri. Sedangkan di K13, TIK sebagai sarana pembelajaran yang dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain,” ujarnya.

Dia menuturkan, pada KTSP tiap konten pembelajaran diajarkan terpisah. Lalu pada K13, bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain. Setiap konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lain.

”K13 akan memberi penyederhanaan dan mendorong peserta didik untuk lebih baik lagi dalam menyerap materi pembelajaran yang diberikan guru,” tutur Legislator dari daerah pemilihan (dapil) I mencakup Kecamatan Kurun, Mihing Raya, dan Sepang ini.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Gumas Rayaniatie Djangkan meminta kepada disdikpora setempat, agar serius dalam mempersiapkan generasi muda sehingga kelak menjadi harapan keluarga, masyarakat, dan bahkan menjadi pemimpin di daerah ini.

”Untuk mencapai itu, maka para generasi muda harus memiliki lima tingkat kecerdasan, yakni intelektual, emosional, spiritual, transendental, dan digital,” tukasnya. (sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *