DPRD Gunung MasGunung Mas

Imbau Pedagang Potongan Hewan di TPH

”Pemotongan hewan ternak harus dilakukan di RPH milik Pemkab Gumas, demi menjamin keamanan dan kesehatan daging yang dipasarkan ke masyarakat dan menghindari pencemaran lingkungan,” ucap Nomi, di Kantor DPRD, Jumat (13/11/2020).

Gerakkalteng.com – KUALA KURUN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas, Nomi Aprilia mengimbau pelaku usaha, agar melakukan pemotongan hewan ternak di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang menjadi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas.

”Pemotongan hewan ternak harus dilakukan di RPH milik Pemkab Gumas, demi menjamin keamanan dan kesehatan daging yang dipasarkan ke masyarakat dan menghindari pencemaran lingkungan,” ucap Nomi, di Kantor DPRD, Jumat (13/11/2020).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, bagi para pelaku usaha yang melakukan pemotongan hewan ternak di lokasi RPH, mereka juga akan berkontribusi dalam menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah ini.

”Ini artinya pelaku usaha tersebut juga turut membantu pembangunan di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau, apabila melakukan pemotongan hewan ternak di RPH,” ujarnya.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) I mencakup Kecamatan Kurun, Mihing Raya, dan Sepang ini menuturkan, tarif yang dikenakan bagi pelaku usaha yang menggunakan jasa RPH masih terjangkau. Untuk itu, diimbau kepada pelaku usaha agar memanfaatkan RPH, demi kebaikan bersama.

”Apabila daging yang ditawarkan terjamin keamanan dan kesehatannya, maka konsumen juga tidak ragu membeli. Jadi sebenarnya penggunaan RPH juga membawa keuntungan bagi pelaku usaha,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Gumas Yuliana Elisabet mengakui, besaran tarif retribusi yang akan dikenakan bagi pelaku usaha yang ingin menggunakan RPH terbilang cukup murah, tergantung jenis hewan dan pelayanan yang digunakan pelaku usaha.

”Di RPH, ada beberapa jenis pelayanan, yakni pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong, pemakaian kandang, fasilitas pemotongan, penanganan limbah,” kata Yuliana.

Dia menambahkan, jasa pelayanan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong untuk sapi, kerbau, atau kuda dikenakan biaya Rp 10 ribu per ekor, kambing, domba, atau babi Rp 8 ribu per ekor, dan unggas Rp 25 per ekor. Lalu jasa pemakaian fasilitas pemotongan sapi, kerbau atau kuda dikenakan tarif Rp 10 ribu per ekor, kambing, kuda, atau babi Rp 5 ribu per ekor, dan unggas Rp 25 per ekor.

”Kalau jasa pemakaian kandang untuk sapi, kerbau, atau kuda dikenakan Rp 10 ribu per ekor, kambing, domba, dan babi Rp 3 ribu per ekor, dan unggas Rp 25 per ekor. Sedangkan jasa pelayanan penanganan limbah untuk sapi, kerbau, atau kuda dikenakan tarif Rp 7 ribu per ekor, kambing, domba, atau babi Rp 1.000 per ekor, dan unggas Rp 25 per ekor,” pungkasnya. (sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *