DPRD Gunung MasGunung Mas

Pemkab Gumas dan UPR Teken Kerja Sama

”Bentuk operasional kerjasama ini adalah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan reguler UPR dan pengabdian kepada masyarakat oleh civitas akademika UPR. Tentunya dukungan, kolaborasi, dan komitmen seluruh stake holder sangat penting dalam mendukung kegiatan pembangunan,” ucap Bupati Gumas Jaya S Monong, melalui Asisten II Setda Richard, Jumat (30/4/2021) sore.

GERAKKALTENG.com – KUALA KURUN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya (UPR) melakukan penandatanganan terkait perjanjian kerjasama tentang Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kabupaten Gumas.

Ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Gumas Jaya S Monong dengan Rektor UPR Andri Elia pada Rabu (28/4/2021) lalu. Kesepakatan bersama ini tentang kerja sama pembangunan daerah dan penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi.

”Bentuk operasional kerjasama ini adalah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan reguler UPR dan pengabdian kepada masyarakat oleh civitas akademika UPR. Tentunya dukungan, kolaborasi, dan komitmen seluruh stake holder sangat penting dalam mendukung kegiatan pembangunan,” ucap Bupati Gumas Jaya S Monong, melalui Asisten II Setda Richard, Jumat (30/4/2021) sore.

Dia mengakui, kesepakatan bersama tersebut bertujuan untuk mempercepat pencapaian target program pencegahan dan penurunan stunting yaitu tercapai penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) pada akhir tahun 2024, yaitu dibawah 14 persen.

”Nantinya, Kabupaten Gumas akan dijadikan sebagai laboratorium lapangan bagi seluruh civitas akademika UPR dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, untuk mendukung pembangunan dan pengembangan potensi daerah,” tuturnya.

Ruang lingkup kerjasama ini, lanjut dia, meliputi perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program penanggulangan stunting, lalu peningkatan pengetahuan remaja mengenai gizi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pola gizi seimbang, tidak merokok dan tidak mengonsumsi narkoba, kesehatan reproduksi, serta pernikahan dini.

”Selain itu, ada peningkatan pengetahuan ibu mengenai makanan tinggi kalori, protein, dan mikronutrien yang berkaitan dengan pangan lokal, peningkatan kemampuan deteksi stunting dan gizi dari aspek penyakit oleh kader kesehatan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna,” ujarnya.

Dia menuturkan, pencegahan dan penurunan stunting merupakan suatu hal yang penting, karena merupakan bagian dari upaya pencapaian visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati yaitu terwujud Kabupaten Gumas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera, dan mandiri, serta delapan misi melalui tiga konsep unggulan yaitu smart agro, smart tourism, dan smart human resources.

”Sekarang ini, yang menjadi perhatian kita bersama yakni masih rendahnya persentase lulusan SMA/SMK dari Kabupaten Gumas yang masuk ke perguruan tinggi dalam hal ini UPR, melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi atau undangan yaitu di bawah 50 persen,” terangnya. (yog/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *