Kotawaringin Timur

Terkait Vaksinasi, Ribuan Nakes Kotim Diprioritaskan

"Hingga Kamis (4/2/2021) lalu, sudah ada 1.326 orang atau 59,68 persen tenaga kesehatan yang sudah divaksin, dan ada sebanyak 104 orang peserta yang ditunda dan 138 orang batal. Karena peserta yang ditunda dan ditolak itu karena alasan menyusui, hamil serta hipertensi," ujar Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kotawaringin Timur, Multazam Jumat (5/3/2021).

GERAKKALTENG.com – SAMPIT – Program vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berjalan dan dilaksanakan di seluruh kecamatan, dan sasaran vaksin tenaga kesehatan di Kotim  sebanyak 2.235 orang dan yang sudah registrasi ulang 2.222 orang.

“Hingga Kamis (4/2/2021) lalu, sudah ada 1.326 orang atau 59,68 persen tenaga kesehatan yang sudah divaksin, dan ada sebanyak 104 orang peserta yang ditunda dan 138 orang batal. Karena peserta yang ditunda dan ditolak itu karena alasan menyusui, hamil serta hipertensi,” ujar Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kotawaringin Timur, Multazam Jumat (5/3/2021).

Multazam juga mengatakan, mereka yang masuk kategori untuk divaksin Covid-19 pun harus menjalani skrining kesehatan untuk memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik dan boleh diberikan vaksin Covid-19. Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan belum memungkinkan, maka vaksinasi terhadap orang tersebut akan ditunda hingga kondisi kesehatannya membaik.

Untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19, ada 110 vaksinator yang sudah dilatih memberikan vaksin sesuai aturan. Vaksinasi dilaksanakan di 21 puskesmas serta Kantor Kesehatan Pelabuhan. Para petugas melaksanakan vaksin lima hari dalam seminggu dengan jumlah setiap harinya yang tidak dibatasi.

“Pelaksanaannya terus dievaluasi, mudah-mudahan semua berjalan lancar. Setelah tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik, dilanjutkan dengan masyarakat umum,” ucap Multazam.

Dia mengatakan, tenaga kesehatan diprioritaskan mendapat vaksin Covid-19 karena dinilai paling berisiko terpapar virus yang mematikan itu, dan Program vaksinasi Covid-19 diharapkan bisa memutus mata rantai penularan virus mematikan tersebut.

“Vaksinasi massal merupakan upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Program ini diharapkan berjalan dengan baik dan lancar sehingga hasilnya juga dapat maksimal agar pandemi virus mematikan itu segera berakhir,” sampai Multazam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim ini juga meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Covid-19 aman dan halal digunakan bahkan Bupati Kotim H Supian Hadi orang pertama yang merasakan vaksin Covid-19 tersebut. (sog/agg)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *