Kalimantan TengahPalangka Raya

Segera Rehabilitasi Lokasi Eks Protistusi

FOTO : Kawasan prostitusi yang ditutup satu tahun yang lalu.

Palangka Raya –  GERAKKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi dan Kota secara resmi telah menutup kawasan prostitusi dan juga lokalisasi semenjak satu tahun terakhir.

Namun penutupan yang ditujukan untuk menyelesaikan masalah sosial di masyarakat justru memunculkan masalah baru yang tak kalah peliknya.

Banyak pelaku prostitusi yang kemudian bermain kucing kucingan atau membuka layanan prostitusi melalui dunia maya.

Kepada Gerakalteng.com , seorang akademisi bidang sosial Universitas Palangka Raya, Jovano Palenewen mengungkap, pemerintah dan pemangku kepentingan kini harus bekerja keras untuk melakukan rehabilitasi, pembinaan , dan membangun perilaku para pelaku prostitusi.

Ia menyebut, pelaku prostitusi kini sedang mengalamai dilema dimana ladang usahanya ditutup dan kemudian belum bisa melepas masa lalu dan pemikiran untuk mendapat uang dengan mudah.

“ Dengan demikian, perlu adanya pembenahan pola pikir, perilaku dan pembinaan karakater agar pelaku prostitusi memulai hidup baru”, jelasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Bidang Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial Kalimantan Tengah, Bambang mengungkap, memang pihaknya melakukan kerjasama lintas sektoral untuk mengatasi masalah ini.

Terlebih kerjasama dengan Satpop PP, Dinas Kesehatan hingga Badan Pemberdayaan Perempuan untuk merehabilitasi kalangan pekerja prostitusi.

Saat ini Dinas sosial juga memperkuat Panti rehabilitasi pada pelaku prostitusi dan memberdayakan kembali kawasan eks lokalisasi.
”Memang tidak mudah merubah perilaku dan gaya hidup para pelaku prostitusi untuk mau berubah dan lebih maju” ,jelasnya,.

Memang prostitusi merupakan salah satu penyakit sosial yang berdampak luas karena didalamnya bisa terjadi persoalan kekerasan, peredaran narkoba dan menjalarnya penyakit HIV AIDS.

Namun demikian, ini memang perlu keseriuisan dan perhatian bersama agar tidak terjadi masalah berkepenjangan. (AW/ST)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *