DPRD Kalimantan TengahDPRD Kota Palangka RayaPalangka Raya

Harga Migor Makin Mencekik, Dewan Kalteng Akan Gelar RDP Dengan Pemda

Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia

Gerakkalteng.com, Palangka raya – Menyikapi kenaikan harga minyak goreng dan sejumlah harga bahan pokok lainnya, Komisi II DPRD Kalimantan Tengah berencana akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pemerintah Daerah. Kalangan dewan berkeinginan mendengar penyebab dan strategi pemerintah dalam menstabilkan harga.
Kepada Gerakkalteng.com, salah satu anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia, Selasa (22/03/2022)  mengungkap, Komisi II ingin memanggil pemerintah daerah terutama pemangku kebijakan untuk memberikan penjelasan dan gambaran serta upaya penanganan penstabilan harga bahan pokok. Natalia mengungkap Kalimantan Tengah memiliki kekayaan kelapa sawit yang melimpah. Namun justru mengalami kelangkaan dan harga tinggi di pasaran. Ia meminta kalangan pemerintah termuasuk Menteri Perdagangan dan Perkebunan segera menekan kalangan pemain industri sawit dan minyak goreng. Seharusnya dari pihak produsen dan tangan pertama sudah ada kebijakan untuk menyamakan harga sehingga tidak terjadi kelangkaan dan kenaikan harga. Ia juga meminta ada kebijjakan gaar minyak goreng tidak hanya dijual di luar negeri jika nilainya lebih tinggi.
“Namun juga ada keseimbangan untuk menjualnya di dalam negeri”, terangnya,
Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Fredy Ering memprediksi kenaikan harga bapok dan minyak goreng ini akan terjadi sementara saja. Ini dikarenakan pemerintah sudah mencoba menyeimbangkan harga pasar dengan turun menyediakan operasi pasar. Disusul pula dengan pengawasan dan pengawalan terhadap minyak goreng di tingkat produsen, distributor, agen, dan pengecer. Ia meminta agar masyarakat mempercayakan penanganan ini kepada pemerintah baik di pusat dan di daerah.
“Seiring berjalan waktu, saya yakin intervensi dari pihak swasta dan pemerintah akan membuahkan hasil nyata”, jelasnya.
Kenaikan dan kelangkaan harga bahan pokok ini memang menjadi persoalan serius terlebih mendekati bulan suci Ramadhan. Diharapkan hal ini tidak berlarut sehingga masyarakat masih bisa menjalankan roda perekonomiannya.

(AW/ST)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *