Katingan

Selesai Dibangun, RS Pratama Tumbang Samba Segera Beroperasi

"Kesiapan alat kesehatan dan yang lain sudah lengkap, jadi tinggal peresmiannya saja. Karena wajib ada persetujuan dari Kementerian Kesehatan. Rumah Sakit ini tentunya sudah dinantikan oleh masyarakat agar secepatnya beroperasi," ungkap Bupati Sakariyas, usai membuka kegiatan teknis penyusunan Harga Perkiraan Sendiri atau HPS yang diikuti dari perwakilan setiap SOPD, di aula kantor DPUPRhub Katingan, Senin 28 Maret 2022.

FOTO Dokumen – Bupati Katingan, Sakariyas.

GERAKKALTENG.com – KASONGAN – Rumah Sakit Pratama Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan sudah final atau sudah selesai pembangunannya dan akan beroperasi pada tahun ini.

Bupati Katingan, Sakariyas mengatakan untuk peresmian Rumah Sakit Pratama dengan lahan seluas keseluruhan bangunan 4,6 hektar dan 4.466 meter kuadrat tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Kesehatan.

“Kesiapan alat kesehatan dan yang lain sudah lengkap, jadi tinggal peresmiannya saja. Karena wajib ada persetujuan dari Kementerian Kesehatan. Rumah Sakit ini tentunya sudah dinantikan oleh masyarakat agar secepatnya beroperasi,” ungkap Bupati Sakariyas, usai membuka kegiatan teknis penyusunan Harga Perkiraan Sendiri atau HPS yang diikuti dari perwakilan setiap SOPD, di aula kantor DPUPRhub Katingan, Senin 28 Maret 2022.

Lanjutnya menyampaikan, setelah Rumah Sakit Pratama diresmikan maka Puskesmas Katingan Tengah akan direlokasikan pemerintah daerah untuk beroperasi atau pindah bekerja di Rumah Sakit Pratama.

“Rumah sakit ini harus siap melayani pasien rujukan dari bagian wilayah hulu katingan seperti dari Kecamatan Petak Malai, Katingan Hulu, Bukit Raya dan Marikit serta wilayah lainnya. Yang pasti dalam tahun akan diresmikan,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya rumah sakit berstandar Tipe D ini mempunyai sebanyak 60 karyawan terdiri dari tenaga dokter umum, spesialis penyakit dalam, spesialis kandungan, spesialis anak dan spesialis bedah serta tempat tidur sebanyak 50 unit.

Kemudian dana yang dialokasikan untuk pekerjaan fisik dan pengadaan alat kesehatan diperkirakan kurang lebih sebesar Rp 42 miliar. Terkait karyawan, dinas Kesehatan Katingan mengusulkan kepada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Katingan. (Tri/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *