DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Pemprov Kalteng Diminta Bangun Jembatan Timbang

"Kami meminta Dinas PUPR provinsi untuk segera membangun jembatan timbang jangan sampai anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 10miliar untuk perbaikan jalan  lingkar selatan itu sia-sia," ujar Handoyo, Selasa (2/3/2021).

GERAKKALTENG.com – SAMPIT – Anggota Komisi IV DPRD  Kabupaten Kotawaringin Timur, Handoyo J. Wibowo medesak kepada Pemeritah Provinsi Kalteng terutama Dinas PUPR supaya membangun jembatan timbang di jalan lintas provinsi yang menjadi pintu masuk hilir mudiknya truk anggkutan besar yang melebihi tonase jalan. Terutama di daerah jalan HM.Arsayad dekat Bunderan KB.

“Kami meminta Dinas PUPR provinsi untuk segera membangun jembatan timbang jangan sampai anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 10miliar untuk perbaikan jalan  lingkar selatan itu sia-sia,” ujar Handoyo saat dibincangi di ruang kerjannya, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, dengan adanya jembatan timbang bisa menimalkanr truk yang bermutan berat yang melebihi tonase seperti truk CPO atau angkutan lainnya. Pasalnya saat ini kekuatan jalan di daerah ini hanya mampu menahan beban 8 ton. Sementara selama ini kendaraan angkutan yang melintas itu bisa sampai 12 ton ahirnya berdampak terhadap kerusakan jalan.

“Kami berharap dengan adanya jembatan timbang nanti dapat menimalisir truk yang bermuatan berat melebihi kapasitas, karena kekuatan jalan kita hanya 8 ton sedangkan saat ini banyak kendaraan berat yang melintas bisa mencapai 12 ton lebih, dan akan berdampak rusaknya jalan,” ucapan Handoyo.

Politikus Partai Demokrat ini juga mengatakan bila nanti perbaikan jalan lingkar selatan itu sudah dilakukan dirinya juga meminta kepada pihak ketiga supaya bekerja secara propesional jangan asal-asalan dalam pengerjaannya, karena yang harapkan adalah kualitas dalam pengerjaan jalan tersebut sehingga tidak cepat rusak.

“Pengerjaan jalan lingkar selatan itu harus dipantau secara berkala nantinya supaya kualitasnya bisa terjamin jangan sampai satu tahun dibangun langsung hancur, kalaupun anggaran yang 10 milair itu kurang pemerintah provinsi disarankan untuk melakukan koserium dengan pihak ketiga terutama perusahaan yang melintasi jalan tersebut,” tutupnya. (sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!