DPRD Katingan

Jaringan Irigasi Di Katingan Kuala Diharapkan Beri Manfaat Untuk Petani

“Semoga hal ini bisa memberikan manfaat kepada para petani di wilayah katingan kuala untuk meningkatkan hasil pertanian mereka,”Ujarnya kepada awak media, jum’at (2/12/2022) dikantor DPRD Katingan.

Kasongan – Saat ini di wilayah Kecamatan Katingan Kuala tengah dilakukan pembuatan jalur jaringan irigasi modern yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan II melalui Kementrian PUPR.

Menanggapi hal tersebut anggota DPRD Katingan Yudea Pratidina berharap, dengan adanya program dari kementrian pusat itu bisa memberikan dampak yang besar kepada para petani.

“Semoga hal ini bisa memberikan manfaat kepada para petani di wilayah katingan kuala untuk meningkatkan hasil pertanian mereka,”Ujarnya kepada awak media, jum’at (2/12/2022) dikantor DPRD Katingan.

Yudea berharap, program yang dilaksanakan saat ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan mengingat pada tahun 2013 yang lalu ada program cetak sawah namun sama sekali tidak bisa dimanfaatkan, sehingga berdampak lahan yang telah dibuka tidak dapat dimanfaatkan.

“Sekadar mengingatkan saja, jangan sampai usai proyek, jaringan irigasi yang telah dibangun terbengkalai,” tuturnya.

Dirinya meminta pembangunan jaringan irigasi harus diikuti pekerjaan cetak sawah agar dapat dimanfaatkan petani. Untuk itu ia mendorong OPD terkait bisa memprogramkan sesuatu yang memang mendukung rehab dan pembangunan jaringan irigasi tersebut.

“Keinginan masyarakat ada cetak sawah, semestinya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Katingan tanggap,” ungkapnya.

Menurut dia sistem irigasi modern yang dibangun menggunakan dana talangan Bank Dunia itu bakalan sia-sia bilamana instansi lain seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tutup mata. Sesuai ketentuan, imbuhnya harus ada kolaborasi instansi pemerintah baik dari pusat maupun daerah.

“Jangan sampai bergerak sendiri-sendiri. Pada akhirnya saling menyalahkan jika terjadi kesalahan,” himbaunya.

Diakhir wawancara, Politisi PDIP Perjuangan ini menginginkan, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II melakukan perawatan dan pemeliharaan rutin terhadap jaringan yang telah dibangun. Disisi lain, petani melalui Perhimpunan Petani Pemakai Air (P3A) pro aktif melakukan pengamatan dan pembersihan saluran serta selalu berkomunikasi dengan instansi teknis.

“Kuncinya P3A secara kelembagaan harus selalu aktif dalam menjalankan tugas serta terus berkomunikasi dengan instansi teknis jika ada permasalahan,” pungkasnya.

(tri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *