Gunung MasSlider

Perlu Langkah Kongkrit Pencegahan Pirus HIV-AIDS

Gunung Mas,GK Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan HIV-AIDS Rapat tersebut dipimpin
langsung oleh Wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos juga selaku Ketua Pelaksana Harian KPA
Kabupaten Gunung Mas dalam rapat tersebut juga hadir Asisten I Setda Gunung Mas Drs Ambo
Jabar, Sekretaris KPA Drs. Antoni L Jaga yang mewakili dari Kapolres tokoh Agama tokoh
masyarakat serta peserta rapat, di lantai I Kantor Bupati Gunung Mas kamis (10/8).
Mencegah terus meningkatkan penyebaran Human Immunnodeficy Virus (HIV) dan Acquired
Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mengaja serluruh
pemangku kepentingan untuk meningkatkan sinergi.
“Kita menginginkan sarana dan masukan dari seluru pihak. Baik Komisi Perlindungan AIDS
(KPA), Rumah Sakit Dinas Kesehatan. Sebagai acuan yang perlu dilakukan dalam menekan angka
HIV / AIDS di kabupaten Gunung Mas,” terang Wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos.
Lanjut wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos beberapa tahun ini Kabupaten Gunung Mas sudah
terindikasi beberapa kasus HIV / AIDS. Bahkan selama 2017 ada beberapa penambahan kasus HIV
dan AIDS, sehingga perlu trobosan dan langkah kongkrit untuk menyetop penyebaran virus yang
membahayakan ini.
”Kita perlu mengambil langkah agar nanti di tahun 2018 seluruh masyarakt dapat memahami betapa
bahanya HIV ini. Sehingga nantinya dapat hidup sehat terhindar dari HIV / AIDS,” tutur dia.
Pada kesempatan itu Wakil Bupati Gunung Mas Rony karlos mengajak masyarakat untuk secara
sukareala memeriksakan diri, dengan melakukan tes HIV. Tes dilakukan untuk mengetahui apakah
seseorang terpapar virus, karena kebanyakan dalam dua minggu sampai satu tahun penderita tidak
mengalami gejala apapun. Sehingga, jika memang positif HIV nantinya Dinas Kesehatan dan pihak
Rumah Sakit dapat melakukan langkah-lngkah pengobatan untuk mencegah virus berkembang dan
menjadi AIDS.
Mari kita bersama perangngi HIV/AIDS dengan tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian,
ataupun berhubungan suami istri selain dengan pasangannya. Serta jangan sungkan untuk
memeriksakan diri, karena Pemerintah akan menjamin biaya pengobatan dan kerahasian data
pasien,” ajaknya (hmsfgk)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *