KatinganSlider

Sendal Pelajar SMK Yang Menghilang Ditemukan Warga Di Hutan Bukit Kaki

KASONGAN,GK- Nurohman (17) warga Desa Bakung Raya Kecamatan Katingan Kuala hilang secara misterius sejak Minggu (29/10) sekitar pukul 11.00 WIB.
Memasuki hari kelima, keberadaan siswa kelas 11 di SMKN 1 Mendawai itu tak kunjung ditemukan. Untungnya, salah seorang warga berhasil menemukan sepasang sendal korban di kawasan Bukit Kaki Kecamatan Mendawai atau sejauh 6 kilometer dari desa setempat.
Kini, pencarian melibatkan ratusan orang dari dua kecamatan. Segelintir masyarakat mulai berspekulasi, hilangnya remaja tersebut akibat disembunyikan mahluk gaib. Mengingat, peristiwa semacam itu bukan pertama kali terjadi. Sebagian lagi menduga korban tersesat di hutan.
Darniansyah warga Desa Mendawai Kecamatan Mendawai menuturkan, penemuan sepasang sendal korban tersebut berada di hutan pohon galam di kawasan Bukit Kaki. Sejak awal, masyarakat tidak pernah menduga area pencarian bakal sejauh itu.
Upaya pencarian bukan tanpa alasan, warga bahkan mengalami hal mistis hingga sempat tersesat selama dua jam di kawasan itu. Anehnya, kompas maupun alat navigasi lainnya tiba-tiba tidak berfungsi. Sadar akan keanehan itu, mereka lantas mengumandangkan adzan.
“Mereka berdua menemukan sendal itu di hutan galam, satu diantaranya adalah adik saya. Setelah mereka adzan baru bisa ketemu jalan pulangnya, padahal sebelumnya mereka hanya berputar-putar di tempat yang sama selama berjam-jam,” ungkapnya, Kamis (2/11).
Lantaran tidak ada sinyal telepon, mereka langsung bergegas ke perkampungan untuk melapor penemuan tersebut. Mereka kemudian membawa kedua orangtua korban ke lokasi. Benar saja, sendal tersebut dipastikan milik korban.
“Rencananya besok warga akan melakukan pencarian besar-besaran di kawasan penemuan sendal itu. Pihak keluarga hanya bisa menunggu dan berharap anaknya bisa pulang dengan selamat,” imbuhnya.
Darniansyah menuturkan, berbagai cara sebelumnya sudah dilakukan termasuk meminta petunjuk dari orang pintar atau cenayang. Dari petunjuk sejumlah paranormal itu disimpulkan, bahwa korban disembunyikan mahluk gaib.
“Pokoknya semua orang pintar sudah diminta tolong, baik yang di sini maupun kenalan di pulau Jawa. Tapi belum juga membuahkan hasil,” katanya.
Hilangnya Nurohman, sebutnya, merupakan kasus yang keempat terjadi di kawasan hutan tersebut. Sebelumnya, satu dari tiga korban atas nama Mbah Suliman dinyatakan hilang hingga saat ini. Sedangkan dua lainnya berhasil dibawa pulang, meskipun dalam kondisi sekarat.
“Dua korban selamat itu cuma hilangnya selama dua dan tiga hari saja. Menurut pengakuannya, mereka sebenarnya melihat dan mendengar saja orang-orang mencarinya. Tapi sebaliknya, warga malah tidak melihat dan mendengar korban sama sekali. Makanya ini merupakan suatu keanehan,” tukasnya.
Sebelumnya, berdasarkan pengakuan orangtua korban Kasnojo, pada saat itu Nurohman diketahui pamit pergi mancing ikan di danau belakang Desa Bakung Raya Kecamatan Katingan Kuala. Lokasinya sekitar 3 kilometer dari rumah korban atau lebih dulu masuk hutan yang cukup lebat di tepian Sungai Bakung.
“Korban sudah minta izin pergi memancing di danau di belakang desanya. Di sana memang tempat pemancingan favorit warga desa, karena banyak sekali ikannya. Setelah ditunggu-tunggu sampai sore, korban tidak kunjung kembali ke rumah, dicari-cari juga tidak ketemu,” jelasnya.
Sebelum berangkat, ibu korban Parni berpesan kepada Nurohman agar mampir lebih dahulu ke sawah keluarganya untuk mengambil rumput pakan ternak. Sebab, sawah tersebut berada di jalan pulang ke rumahnya.
“Mencari Nurohman ke rumah tempat-temannya juga tidak ada, ahirnya dibantu puluhan orang mencari ke hutan Sungai Bakung tempat memancing. Tapi hanya ditemukan sepeda motor miliknya saja sedang terparkir di pinggir sungai,” imbuhnya.
Upaya pencarian tak putus sampai di situ, malam hari warga kemudian berinisiatif untuk memperluas area pencarian. Terutama menelusuri sungai dan area hutan di sekitar danau. Namun hingga matahari terbit, warga tak juga menemukan keberadaan korban.
“Anehnya, padahal lokasi hilangnya Nurahman itu selalu ramai dijadikan tempat memancing oleh warga setempat. Memang di sana banyak jalur-jalur mancing, dugaan sementara mungkin tersesat,” katanya.
Kini, sebut Darniansyah, kabar hilangnya Nurohman sudah menyebar luas di Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala. Pencarian sudah melibatkan ratusan masyarakat, mulai warga Desa Setia Mulia, Kampung Baru, Teluk Sebulu, Katingan 1, Katingan 2 hingga Katingan 3.
“Sekarang orang beramai-ramai melakukan pencarian, lokasinya di perluas. Warga sudah mendirikan pos di tempat hilangnya korban. Bahkan selama empat hari ini, pencarian dilakukan siang malam,” tuturnya.
Pun demikian, pihak keluarga juga sudah meminta petunjuk dari sejumlah orang pintar/paranormal, baik yang turun langsung maupun melalui penerawangan jarak jauh.
“Warga juga sudah mendatangi tempat yang ditunjung paranormal itu, tapi belum juga membuahkan hasil. Saat pencarian, semua warga kompak memukul-mukul benda yang berisik seperti panci, gayung dan lain sebagainya,” jelas Darniansyah.
Berdasarkan sejarahnya, peristiwa orang hilang bukan pertama ini saja terjadi di kawasan hutan belakang Desa Bakung Jaya Kecamatan Katingan Kuala tersebut. Sekitar 10 tahun lalu, seorang pria dewasa dinyatakan hilang secara misterius. Dan anehnya, sampai saat ini belum juga ditemukan.
“Sebagian warga menduga bahwa Nurohman telah diculik oleh mahluk gaib penunggu hutan di kawasan hutan itu. Karena warga belum mendapatkan sedikitpun petunjuk keberadaan korban. Sedangkan menurut saya, mungkin korban hanya tersesat di hutan saja,” pungkasnya. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *