DPRD KatinganKatingan

Masyarakat Diingatkan Jangan Jual Lahan

“Makanya Pak Bupati dan Wakil Bupati menitipkan pesan, agar warga Katingan untuk saat ini jangan menjual lahannya. Lebih baik menunggu 5-10 tahun mendatang kalu mau menjual lahan, saat harganya sudah melambung,” ucap Sekda.

KASONGAN- Sekda Katingan Drs Nikodemus MM mewanti-wanti seluruh lapisan masyarakat di Bumi Penyang Hinje Simpei, agar tidak menjual lahan kepada orang lain. Hal iti dia sampaikan, saat membuka Sosialisasi/Focus Group Discussion (FGD) Kebijakan Tata Niaga Rotan, di Aula Bappelitbang Katingan, baru-baru ini.

Menurut dia, hingga sekarang semua masih belum tahu apakah Kalimantan Tengah (Kalteng) atau Kalimantan Timur (Kaltim) yang nantinya bakal dipilih sebagai ibu kota pemerintah Republik Indonesia.

“Makanya Pak Bupati dan Wakil Bupati menitipkan pesan, agar warga Katingan untuk saat ini jangan menjual lahannya. Lebih baik menunggu 5-10 tahun mendatang kalu mau menjual lahan, saat harganya sudah melambung,” ucap Sekda.

Terkait rencana pemindahan ibu kota pemerintahan di Kalimantan itu, ujar Nikodemus, pemerintah daerah sangat menyambut baik hal tersebut. “Bahkan sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Katingan telah menyiapkan lahan seluas 112 ribu hektar,” sebutnya.

Termasuk pula Pemerintah Kota Palangka Raya dan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, juga sudah mempersiapkan lahan untuk dijadikan wilatah ibukota negara. “Nanti luas riilnya, akan diketahui setelah dilakukan pengukuran dan penataan tata batas,” imbuh Sekda.

Selain lahan 112 ribu hektar, Pemkab Katingan juga telah menyiapkan areal tempat pembuangan akhir (TPA) seluas 100 hektare. Termasuk pula dengan dengan TPU, juga sudah disiapkan lahan kurang lebih 100 hektar.

“Kita semua masih tidak tahu persesntase wilayah yang akan dipilih sebagai calon ibu kota pemerintahan RI, apakah Kalteng atau Kaltim. Namun untuk menghadapinya, saya imbau agar masyarakat khususnya di Kabupaten Katingan harus bersiap dan mengantisipasi segala kemungkinannya,” pungkasnya. (tri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *