DPRD Kota Palangka RayaPalangka Raya

Pro Aktif Cegah Prostitusi Online

Anggota DPRD Palangka Raya, Ruselita.

PALANGA RAYA,GERAKKALTENG.COM-
Beberapa waktu lalu kasus prostitusi online telah diungkap oleh pihak kepolisian dengan menangkap beberapa pelakunya.

“Kinerja penegak hukum yang telah mengungkap kasus prostitusi online ini mendapat apresiasi dari banyak pihak
Selaku wakil rakyat tentu kami mengapresiasi langkah penegak hukum dalam membrangus praktek prostitusi online ini,”ungkap anggota DPRD Palangka Raya, Ruselita.

Menurutnya, dalam upaya mencegah ataupun menutup memberangus praktis dan bisnis terlarang ini diperlukan sinergitas banyak elemen. Terutama seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi hal itu. “Setidaknya warga Kota Palangka Raya harus terus waspada terhadap tindak pidana prostitusi online karena sudah bersifat human trafficking,”ujarnya,Jumat (29/11/2019).

Untuk mencegah terjadinya prostitusi online ini lanjut politikus Partai Perindo ini, maka diperlukan partisipasi seluruh elemen. Baik pemerintah, masyarakat, serta aparat penegak hukum, dengan begitu akan menciptakan rasa keamanan bagi setiap individu.

Sementara, dengan terbongkarnya kasus prostitusi online beberpa waktu lalu, lanjutnya, maka kedepan perlu dilakukan tindakan antisipasi dan pencegahan yang lebih terhadap kasus-kasus yang sama bisa terjadi.Terutama bagi generasi muda yang masih bisa terpengaruh lingkungan.

Antisipasi yang utama orang tua dan guru disekolah harus sigap dalam memberikan pemahaman kepada anak untuk tidak terjerumus pada aktivitas yang merugikan.

“Orang tua lebih memperbanyak pendidikan agama dirumah bagi anak,”cetusnya.

Menurut, Ruselita, sejauh in upaya sosialisasi dan pencegahan dini terkait prostitusi online ini memang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah, Termasuk di Kota Palangka Raya melalui dinasi terkaitnya.

“Kita patut apresiasi semua itu, sebab sosialisasi merupakan langkah awal untuk menutup akses para pelaku yang hendak mempengaruhi anak didik kita untuk terjerumus. Semuanya harus bersinergi dalam mencegah ini semua,”harapnya.

Selebihnya Ruselita mengungkapkan, apabila ada laporan masyarakat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan praktik prostitusi online, maka pihak keamanan harus dengan sigap menindaklanjutinya, terlepas dari praktik prostitusi online identik dengan perdagangan orang.

“Dalam UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang PemberantasanTindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), bila ada pelaku yang tertangkap maka harus dihukum seberat-beratnya sesuai denga perbuatan yang telah mereka lakukan,”pungkasnya.VD

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *