Barito SelatanDPRD Barito SelatanHeadline

Ini Alasan Warga Minta Tambah Posko Pantau Covid-19

"Kami berharap bukan hanya ada di jalur menuju kota Buntok saja ada posko, namun hendaknya tempat masuk Barsel lainya juga harus dibuatkan posko pantau," usulnya, Senin (13/4/2020).

Posko : Situasi terkini, Senin (13/4/2020) posko pantau Covid-19 di Barsel.

gerakkalteng.com – BUNTOK – Beberapa masyarakat di Kabupaten Barito Selatan mengusulkan, kepada pemerintah daerah setempat, untuk menambah jumlah posko pantau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) di daerah setempat.

Penambahan jumlah posko ini, menurut Makmur Sibarani (62), penting dilakukan karena mengingat saat ini kabupaten berjuluk Bumi Batuah ini, baru terdapat tiga titik posko pantau yang berdiri.

“Kami berharap bukan hanya ada di jalur menuju kota Buntok saja ada posko, namun hendaknya tempat masuk Barsel lainya juga harus dibuatkan posko pantau,” usulnya, Senin (13/4/2020).

Makmur kemudian mencontohkan, semisal di Desa Ugang Sayu dan Desa Rampamea, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), yang dirasa sangat perlu didirikan Posko Pantau, pasalnya kedua wilayah tersebut merupakan pintu masuk Barsel dari arah Barito Utara.

“Perlunya menambah posko Pantau, karena Barsel diapit oleh daerah zona merah, seperti Barito Timur, Tabalong dan Palangka Raya,” rinci Makmur.

Sependapat dengan saran masyarakat itu, Ketua DPRD Barsel Ir. HM. Farid Yusran, juga mengingatkan bahwa keberadaan Posko Pantau yang ada di sekitar bundaran Sanggu, Desa Sababilah, Kecamatan Dusun Selatan, itu masih belum tepat penempatannya.

Untuk itu, iya menyarankan agar posko tersebut dipindahkan ke simpang Tabak Kanilan, hal ini dikatakannya guna memberikan jaminan bahwa semua aktivitas masyarakat baik di darat maupun di sungai tetap terpantau.

“Kita berharap agar wilayah kita tetap aman dan bebas dari Covid-19, namun kita tetap waspada untuk menjaga masyarakat kita tidak terjangkit penyakit ini,” tukasnya.

Tidak lupa, politisi PDIP Barsel ini juga mengingatkan agar masyarakat proaktif membantu pemerintah, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran penyakit yang disebabkan Sars Cov 2 itu, dengan mentaati semua anjuran dari pemerintah.

Penting bagi masyarakat untuk mematuhi kebijakan social distancing dan physical distancing, serta membudayakan cuci tangan dengan sabun sesering mungkin dan selalu menggunakan masker saat bepergian keluar rumah.

“Termasuk tidak menghadiri suatu acara yang sifatnya melibatkan banyak orang, tidak berpergian ke luar daerah apabila tidak ada urusan yang sifatnya sangat penting dan selalu menjaga kesehatan,” tutupnya.(petu)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *