Barito SelatanDPRD Barito SelatanHeadline

Politikus Ini Kritisi Kurang Transparannya Informasi Perkembangan Covid-19 di Barsel

“Kita minta semua informasi terkait Covid-19 ini, hendaknya dibuka secara transparan dan aktual kepada seluruh masyarakat. Jangan sampai masyarakat tidak tahu perkembangan terkait pandemi ini di daerahnya setiap harinya!” tukasnya.

FOTO : Ketua Komisi III DPRD Barsel H. Zainal Khairuddin.

gerakkalteng.com – BUNTOK – Satgas Gugus Tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 19 (COVID-19) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), diharapkan selalu terbuka terkait informasi seputar kasus wabah yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) sebagai pandemi tersebut.

Sebagaimana dikatakan oleh Ketua Komisi III DPRD Barsel H. Zainal Khairuddin, kepada awak media, Sabtu (11/4/2020), bahwa sampai dengan saat ini, belum ada informasi apapun yang bisa diakses oleh masyarakat, seputar COVID-19 di Barsel.

“Kita minta semua informasi terkait Covid-19 ini, hendaknya dibuka secara transparan dan aktual kepada seluruh masyarakat. Jangan sampai masyarakat tidak tahu perkembangan terkait pandemi ini di daerahnya setiap harinya!” tukasnya.

Pesan tersebut, dibeberkan oleh politisi PPP ini, berawal dari banyaknya kawan-kawan media yang mengeluh akan sulitnya memperoleh informasi terkait kasus yang disebabkan Sars Cov 2 itu di Bumi Batuah tersebut. Karena tidak adanya kejelasan, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab sebagai juru bicara Satgas Gugus Tugas.

Bahkan ada teman media yang mengaku, kesannya semua pihak di gugus tugas saling lempar tanggung jawab, menyangkut penyampaian informasi seputar kasus Covid-19 ini.

“Ada beberapa teman media mengeluh dengan kami, ketika mereka konfirmasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, tidak ada ditanggapi, saat didatangi kekantornya malah teman-teman ini diarahkan menemui Direktur RSUD Jaraga Sasameh. Demikian juga sebaliknya,” bebernya.

Padahal, menurut Zainal lagi, keterbukaan informasi ini sangat penting, agar tidak menimbulkan kesalahan pemahaman orang dan timbulnya kepanikan di tengah masyarakat.

Selain itu, dengan adanya informasi yang jelas terkait apa itu Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan apa itu Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta berapa jumlah kasusnya di Barsel, bisa dijadikan referensi bagi warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan, tanpa harus waswas dan mengalami kepanikan.

“Karena kita tidak mau ada kesimpang siuran informasi yang diterima warga, sehingga menimbulkan kepanikan dan rasa waswas yang berlebihan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Namun, menurut dia lagi, penempatan orang-orang yang benar-benar berkompeten dan paham sebagai juru bicara, sangatlah penting dilakukan. Sebab, selain informasi yang disampaikan terarah, itu juga berguna untuk memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan sesuai dengan etika yang berlaku.

“Jubir harus paham bagaimana cara menyampaikan dan apa yang disampaikan harus sesuai standar prosedur yang berlaku,” katanya.

Walaupun demikian, Zainal mengatakan bahwa pihaknya cukup mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Satgas gugus tugas Barsel, karena selama ini dinilai kinerjanya cukup baik.

“Meski demikian, kami tetap berharap pelaksanaan penanganan Covid-19 masih perlu ditingkatkan, termasuk hingga ke daerah pedesaan” tandasnya.(petu)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *