DPRD KatinganKalimantan TengahKatingan

Sunadi Warga Manduing Taheta Tolak BST, Dengan Alasan Banyak Warga Yang Lebih Membutuhkan

"Saya pribadi tidak ingin menerima BST tersebut, karna masih banyak warga Desa Manduing Taheta lebih layak menerima nya,"Ujar Sunadi, Jum'at (22/5/2020) ketika dihubungi Gerakkalteng.com.

KASONGAN – Wabah corona virus atau covid-19 membawa banyak dampak bagi masyarakat, salah satu nya menyebabkan melemahnya perekonomian dan pendapatan masyarakat.

Baru-baru ini, pemerintah melalui Kementerian Sosial RI mengucurkan dana bantuan RP. 600.000 kepada masyarakat yang terdampak covid-19.

Namun, Sunadi salah satu warga Desa Manduing Taheta, Kecamatan Pulau Malan menolak namanya masuk dalam daftar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang seharusnya ia terima, dengan alasan masih banyak yang lebih membutuhkan.

“Saya pribadi tidak ingin menerima BST tersebut, karna masih banyak warga Desa Manduing Taheta lebih layak menerima nya dibandingkan saya,”Ujar Sunadi, Jum’at (22/5/2020) ketika dihubungi Gerakkalteng.com.

Bahkan, Sunadi membuatkan surat pernyataan langsung yang bermaterai 6000 dengan menyatakan bahwa menolak BST yang seharusnya ia terima.

“Secara pribadi melalui surat pernyataan yang dibuat sendiri meminta kepada pihak terkait supaya mencoret nama saya dari daftar penerima BST di Desa Manduing Taheta dan agar bisa digantikan dengan warga yang lebih membutuhkan,”Pungkasnya.

“Secara jasmani rohani saya sehat, masih mampu untuk bekerja selain itu saya malu jika saya menerima nya, karna masih banyak yang lebih layak dan memang benar benar membutuhkan,”Tegasnya.

Penolakan BST tersebut bukan tanpa alasan, dari isi surat pernyataan tersebut dicatumkan alasan penolakannya yakni :
1. Saya masih sehat dna masih mampu untuk bekerja.
2. Saya melihat masih banyak warga masyarakat yang lebih membutuhkan daripada saya.

(Tri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *