Gunung MasHeadlineKalimantan TengahNasional

Jembatan Gantung Tunjang Ekonomi Masyarakat Upon Batu

"Jembatan gantung ini jelas memberi kebaikan kepada kami warga Desa Upon Batu. Semoga kehidupan kami ke depan makin baik dan sejahtera," harapnya.

FOTO : Suhartono wisatawan asal Nusa Tenggara Barat (NTB) saat diwawancarai awak media, Sabtu (24/10/2020) sore.

GERAKKALTENG.COM – KUALA KURUN – Keberadaan jembatan gantung di Desa Upon Batu, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas berdampak positif bagi perekonomian dan mobilitas masyarakat sekitar.

Rudi (35) warga Desa Upon Batu menuturkan bahwa kini dirinya lebih mudah keluar masuk desanya karena hadirnya jembatan gantung tersebut. Padahal sebelumnya, warga desa musti mengandalkan perahu bermesin hanya untuk menyeberangi Sungai Kahayan.

“Kalau dulu sekali nyeberang pakai kelotok harus bayar Rp 10 ribu. Belum lagi kami harus bertaruh nyawa apabila arus sungai sedang deras-derasnya. Syukur sekarang kami punya jembatan, jadi keluar masuk desa lebih mudah dan cepat,” ujarnya saat dibincangi wartawan, Sabtu (24/10/2020).

Dirinya menuturkan bahwa kini roda ekonomi masyarakat Desa Upon Batu secara perlahan mulai meningkat. Itu disebabkan hadirnya jembatan gantung yang mempermudah akses mobilitas masyarakat.

“Jembatan gantung ini jelas memberi kebaikan kepada kami warga Desa Upon Batu. Semoga kehidupan kami ke depan makin baik dan sejahtera,” harapnya.

Direktur Pemasaran dan Perdagangan Internasional Koperasi Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI), Lely Hendrawati Tundang mengimbau, Pemerintah Desa Upon Batu dapat memaksimalkan berbagai peluang usaha industri kreatif.

“Desa Upon Batu ini terkenal dengan objek wisata dan keindahan alam berupa perbukitan yang sangat bagus. Harusnya munculkan dan fasilitasi masyarakat untuk berjualan cinderamata dan kerajinan tangan di sini,” pesannya saat kunjungi jembatan gantung Upon Batu.

Salah satu pelancong asal Jakarta, Farida Anim menuturkan bahwa keindahan wisata alam di Desa Upon Batu tidak kalah seperti gugusan bukit di Vietnam maupun Thailand.

“Ternyata di Kalteng juga ada tempat wisata alam yang cukup indah. Ini harusnya menjadi potensi pariwisata yang harus diperhatikan pemerintah. Apalagi akses jembatan sekarang sudah siap, jadi wisatawan bisa datang setiap saat dan harusnya mensejahterakan masyarakat sekitar,” katanya.

Suhartono wisatawan asal Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga mengagumi keindahan alam di Desa Upon Batu. Potensi tersebut harusnya dikelola secara bijak dan berkelanjutan oleh masyarakat desa maupun pemerintah daerah.

“Tidak semua daerah dianugerahi keindahan alam seperti ini. Makanya dari sekarang akses menuju objek wisata Batu Suli, kuburan Nyai/Amai Rawang, Kaleka Betang Amai Rawang, Batu Tingkes, Batu Antang dan lainnya harus dibenahi dengan baik. Sehingga wisatawan seperti kami dapat berkunjung dengan aman dan nyaman ke sana,” pungkasnya. (agg/hms)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *