DPRD Kota Palangka RayaHEADLINEPalangka Raya

Satgas Covid-19 Palangka Raya Rilis Aturan Merayakan Natal 2020

“Tentunya, kita tidak mengharapkan saat perayaan natal nantinya, Prokes pencegahan Covid-19 dikesampingkan. Kita juga tidak menginginkan kalau dari perayaan natal, akan memunculkan Klaster baru, yaitu ‘Klaster Perayaan Natal’, seperti yang terjadi di salah satu gereja di Palangka Raya, yang ternyata belum di asistensi, tapi melaksanakan kegiatan, yang akhirnya di sana ada 3 orang, yang kini kabarnya bertambah lagi menjadi 8 orang, terkonfirmasi positif Covid-19,” imbuhnya.

 

gerakkalteng.com – PALANGKA RAYA – Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani menyampaikan hasil rapat konsolidasi, bersama para pemuka agama Nasrani dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palangka Raya, serta stakeholder terkait lainnya, berkenaan tata laksana perayaan Natal Tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19 di wilayah Kota Cantik.

Dimana, perayaan Natal Tahun 2020 ini, akan sedikit berbeda dengan Perayaan Natal pada tahun-tahun sebelumnya. Karena mengingat, wabah pandemi Covid-19 di wilayah Kota Palangka Raya masih ada.

Saat dibincangi wartawan melalui sambungan telepon, Emi Abriyani mengatakan bahwa tentunya tata laksana perayaan natal di tengah pandemi Covid-19, akan berbeda bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena menjadi hal utama adalah bagaimana Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan pandemi Covid-19, bisa diterapkan sebelum pelaksanaan saat pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan perayaan natal.

“Tentunya, kita tidak mengharapkan saat perayaan natal nantinya, Prokes pencegahan Covid-19 dikesampingkan. Kita juga tidak menginginkan kalau dari perayaan natal, akan memunculkan Klaster baru, yaitu ‘Klaster Perayaan Natal’, seperti yang terjadi di salah satu gereja di Palangka Raya, yang ternyata belum di asistensi, tapi melaksanakan kegiatan, yang akhirnya di sana ada 3 orang, yang kini kabarnya bertambah lagi menjadi 8 orang, terkonfirmasi positif Covid-19,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Emi menerangkan, langkah yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya ini, tidak lain dimaksudkan hanya semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan masyarakat Kota Palangka Raya.

Berkenaan dengan perayaan natal, yang diselenggarakan oleh institusi atau pun suatu kerukunan keluarga, Dikatakan Emi, itu masih memungkinkan untuk dilaksanakan, dengan beberapa catatan, yakni harus digelar di gereja saja. Kemudian, untuk waktu pelaksanaannya hanya dilakukan pada hari Minggu, selepas dari jadwal ibadah umum di masing-masing gereja.

Lalu, untuk waktunya pun sebisa mungkin, dilaksanakan sebelum matahari terbenam, karena biasanya sifat virus ini, akan cepat berkembang, di kondisi cuaca yang dingin atau malam hari. Oleh sebab itu, agar tidak dilaksanakan pada malam hari.

Serta durasi waktunya pun, untuk tidak lebih dari 90 menit, sehingga bisa dikatakan perayaan lebih dipersingkat atau difokuskan pada rangkaian ibadahnya saja.

“Sementara, kegiatan perayaan-perayaan, misalnya penampilan-penampilan paduan suara di depan jemaat secara langsung, penampilan gerak tari anak, pengundian door prize atau apa pun kegiatan lainnya, yang berpotensi menimbulkan suatu kerumunan, bisa diminimalisir dengan diatur sebaik mungkin, kapan perlu ditiadakan,” Pesannya.

Sambung Emi menuturkan, untuk institusi dan kerukunan keluarga, yang ingin menggelar perayaan natal, diminta untuk terlebih dulu mengajukan surat permohonan asistensi kepada Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya.

Harapannya, agar selanjutnya bisa ditindaklanjuti, dengan menurunkan tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, guna berkoordinasi dengan pihak penyelenggara, dengan meninjau beberapa kesiapan, diantaranya kesiapan tempat, kesiapan tata laksana acara perayaan, kesiapan panitia, kesiapan penerapan Prokes pencegahan Covid-19, dan lain sebagainya, yang nanti bisa berkoordinasi dengan Tim Asistensi, saat di lapangan, dan itu semuanya gratis, tanpa dipungut biaya.

Hal ini, dimaksudkan hanya untuk memastikan, pihak panitia penyelenggara perayaan natal, bisa benar-benar menerapkan Prokes pencegahan Covid-19 dengan sebaik-baiknya.

“Ketentuan yang diutarakan di atas, merupakan beberapa poin hasil kesepakatan, antara Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, bersama-sama dengan para pendeta, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, FKUB Kota Palangka Raya, serta stake holder terkait lainnya, pada beberapa waktu lalu,” Kata Emi menambahkan.

Emi kembali mengingatkan seraya mengajak masyarakat, untuk bersama-sama melakukan upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19, yakni dengan melaksanakan 4M, diantaranya wajib menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak satu sama lainnya, serta menjauhkan diri dari kerumunan.

“Sehingga demikian, upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19, tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat Kota Palangka Raya,” tandasnya. (sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *