Kotawaringin Timur

Sedih Pasien Covid-19 Meninggal Terus Bertambah

"Selama ini saya bisa menahan tangis kalau  menghadapi masalah, tetapi saat ini saya selalu menangis setiap kali mendengar ada masyarakat saya yang meninggal karena Covid-19. Saya merasa tidak bisa melindungi masyarakat daerah ini, dan saya juga merasa tidak ada artinya kemajuan kalau ini masih terjadi," sampai Supian Hadi, Senin (11/1/2021).

GERAKKALTENG.com – SAMPIT – Hingga saat ini penularan Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terus meningkat. Bahkan dalam satu minggu ini ada tiga pasien meninggal dunia yaitu satu pasien dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, satu dari Kecamatan Baamang, dan satu orang dari Kecamatan Antang Kalang.

Bupati mengaku sangat sedih dan turut berbelasungkawa atas meninggalnya tiga pasien tersebut, dan prihatin, karena kasus baru Covid-19 terus bertambah, bahkan pasien yang meninggal dunia juga bertambah.

“Selama ini saya bisa menahan tangis kalau  menghadapi masalah, tetapi saat ini saya selalu menangis setiap kali mendengar ada masyarakat saya yang meninggal karena Covid-19. Saya merasa tidak bisa melindungi masyarakat daerah ini, dan saya juga merasa tidak ada artinya kemajuan kalau ini masih terjadi,” sampai Supian Hadi, Senin (11/1/2021).

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kotim merilis data pada Senin  siang, terdapat tambahan satu pasien positif meninggal dunia dari Kecamatan Antang Kalang dan secara kumulatif, kasus Covid-19 di Kabupaten Kotim sudah mencapai 1.238 kasus, terdiri dari 1.003 sembuh, 193 orang masih dirawat dan 42 orang meninggal dunia.

Supian Hadi mengapresiasi dan berterima kasih kepada tenaga kesehatan dan medis, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kotim dan semua pihak yang terus berusaha membantu menanggulangi pandemi mematikan ini. Dia mengajak masyarakat membantu pemerintah memutus mata rantai penularan Covid-19 itu, dengan cara menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

“Saya meminta masyarakat tetap melakukan Prokes dan menjadikan hal yang wajib kita lakukan agar tidak tertular maupun menularkan virus itu, dengan selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun. Tanpa dukungan masyarakat, kerja keras ini tidak akan berhasil maksimal,” ucap SHD.

Terkait program vaksinasi Covid-19, Bupati dua periode ini juga meminta Dinas Kesehatan maupun instansi terkait lainnya untuk menyosialisasikannya lebih gencar lagi agar masyarakat dapat memahami pentingnya vaksinasi agar pandemi ini segera berakhir.

“Saya siap menjadi orang pertama di daerah ini yang divaksinasi Covid-19. Kalau nantinya hasil skrining kesehatan saya memenuhi syarat,” tutupnya. (sog/agg)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *