Kotawaringin Timur

Meski Pandemi, Dunia Usaha Kotim Harus Bangkit

“Dalam situasi pandemi ini banyak yang harus ikut berkontribusi, bergotong-royong untuk memulihkan kembali. Salah satunya yang paling penting adalah bagaimana mendukung UMKM dan IKM agar mereka tidak saja bisa bertahan, namun juga bisa bangkit kembali dan bangkit dengan lebih kuat,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kotim, Zulhaidir saat menghadiri penutupan Bimtek di LPP Quantum, Jumat (26/3/2021).

GERAKKALTENG.com – SAMPIT –  Dampak Pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak sektor perekonomian terpuruk. Termasuk kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta industri kecil menengah (IKM) sebagai kelompok usaha yang paling banyak jumlahnya.

“Dalam situasi pandemi ini banyak yang harus ikut berkontribusi, bergotong-royong untuk memulihkan kembali. Salah satunya yang paling penting adalah bagaimana mendukung UMKM dan IKM agar mereka tidak saja bisa bertahan, namun juga bisa bangkit kembali dan bangkit dengan lebih kuat,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kotim, Zulhaidir saat menghadiri penutupan Bimtek di LPP Quantum, Jumat (26/3/2021).

Kegiatan Bimtek tersebut diikuti oleh 55 orang peserta yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun di Provinsi Kalteng dan kali ini yang mendapat giliran aspirasinya adalah Kotim.

Diharapkannya, Bimtek yang dilakukan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Mukhtarudin bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI serta Disperindag Kotim sejak Senin 22-26 Maret ini dapat memberikan manfaat untuk para pelaku UMKM dan IKM.

“Pelaku UMKM dan IKM ini kita sadari memang banyak mengahadapi kendala untuk mengembangkan usahanya, salah satunya berkaitan dengan tekhnologi dan pemasaran. Untuk itu kami sangat berterimakasih dengan pemerintah pusat yang memilih Kotim untuk mengadakan Bimtek ini,” ujarnya.

Dirinya juga berharap, dengan adanyan Bimtek ini, peserta bisa mengembangkan kembali apa yang sudah di dapatkan selama beberapa hari ini mengikuti Bimtek, baik itu IKM kopi, penjahit, pengembangan web dan lainnya.

“Ilmunya jangan hanya berhenti sampai di sini saja, namun harus terus dikembangkan dan belajar untuk meningkatkan potensinya. Agar UMKM dan IKM di Kotim ini bisa bangkit, terutama pada masa pandemi ini para pelaku usaha dibatasi seperti jam buka usaha dan juga pembatasan pengunjung sehingga memang perlu inovasi mengatasinya,” ucap Zulhaidir. (sog/agg)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *