Kotawaringin Timur

Sidak Jalan Rusak, Ini Komentar Halikinnor

"Saya ingin melihat langsung kondisi jalan yang rusak dibeberapa titik dalam kota. Ternyata kerusakan sangat parah. Jalan rusak dalam kota ini menjadi perhatian khusus bagi saya, begitu juga di pedesaan. Saya tidak ingin jalan rusak membahayakan masyarakat, karena beberapa hari lalu sudah ada warga menjadi korban," ucap Halikin, Senin (1/3/2021).

GERAKKALTENG.com – SAMPIT Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor usai mengelar apel bersama langsung meninjau sejumlah jalan dalam kota yang rusak parah. Diantarnaya Jalan Mulyono, Pelita, HM Arsyad, dan Jalan Lingkar Selatan. Hal itu dilakukan, untuk melihat langsung kondisi jalan tersebut.

“Saya ingin melihat langsung kondisi jalan yang rusak dibeberapa titik dalam kota. Ternyata kerusakan sangat parah. Jalan rusak dalam kota ini menjadi perhatian khusus bagi saya, begitu juga di pedesaan. Saya tidak ingin jalan rusak membahayakan masyarakat, karena beberapa hari lalu sudah ada warga menjadi korban,” ucap Halikin, Senin (1/3/2021).

Dia mengatakan, kerusakan jalan di beberapa titik dalam kota akan segera ditangani secara darurat dengan ditambal, terlebih dahulu sambil menunggu perbaikan secara permanen.

“Setelah saya melakukan peninjauan ini saya akan mengadakan rapat dulu. Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini jalan berlubang akan mulai diperbaiki,” sampai Halikin.

Menurutnya, jalan dalam kota rusak lantaran banyak dilalui kendaraan bermuatan berat, pemicunya jalan Mohammad Hatta atau lingkar selatan yang dikhususkan untuk angkutan berat sedang rusak parah dan tidak bisa dilalui sehingga kendaraan berbobot melebihi kapasitas jalan itu beralih melintasi jalan dalam kota.

“Kerusakan jalan dalam kota sebenarnya sudah ditangani dengan cara penimbunan, tetapi ketika timbunan belum kering, jalan tersebut sudah dilewati kendaraan-kendaraan berat itu sehingga kembali rusak,” terang Halikin.

 Dia mengatakan, untuk penanganan darurat dalam waktu dekat diupayakan dengan cara cor beton atau rigid pavement agar lebih kuat. Perbaikan dilakukan dengan sistem menambal di titik-titik yang mengalami kerusakan.

“Kalau penanganan dilakukan secara permanen diperkirakan membutuhkan dana Rp10 miliar hingga Rp15 miliar, tetapi kalau penanganan darurat ini rencananya dilakukan dengan menambal di titik-titik kerusakan sehingga dana yang dibutuhkan diperkirakan sekitar Rp1 miliar,” ujar Halikin. (sog/agg)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *