Kotawaringin Timur

Tiga Persen Jadi Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022

“Untuk tahun 2022 kita memang menarget pertumbuhan ekonomi 3 sampai 4 persen, tetapi kita berharap realisasinya nanti dapat mencapai enam sampai tujuh persen. Kita hanya bisa memasang target rasional agar bisa dicapai,” kata Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor saat rapat evaluasi akhir tahun 2021 di aula Rumah Jabatan Bupati, Kamis (30/12/2021).

GERAKKALTENG.com – SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2022 ini berkisar antara tiga sampai empat persen. Hal ini disebabkan pandemi Covid-19 diperkirakan masih terjadi, sehingga akan berdampak terhadap perekonomian daerah. Pada tahun tahun 2021 pencapaian indekator ekonomi makro hanya mencapai dua sampai tiga persen.

“Untuk tahun 2022 kita memang menarget pertumbuhan ekonomi 3 sampai 4 persen, tetapi kita berharap realisasinya nanti dapat mencapai enam sampai tujuh persen. Kita hanya bisa memasang target rasional agar bisa dicapai,” kata Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor saat rapat evaluasi akhir tahun 2021 di aula Rumah Jabatan Bupati, Kamis (30/12/2021).

Menurutnya angka capaian pertumbuhan ekonomi makro tahun 2021 tergolong rendah, karena biasanya target pertumbuhan ekonomi makro di Kabupaten Kotim berkisar antara lima sampai enam persen, tetapi angka tersebut belum riil, karena realisasi capaian ekonomi makro tahun 2021 bisa diketahui berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotim pada 2022 nanti.

“Target tersebut hanyalah asumsi, kalau data realisasi capaian ekonomi makro 2021 baru, dapat kita ketahui berdasarkan data resmi yang diterbitkan oleh PBS Kabupaten Kotim pada tahun 2022 ini nanti,” ujar Halikin.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kotim tahun 2021-2026 telah memuat asumsi atau target capaian indikator ekonomi makro tahun 2021 yaitu pertumbuhan ekonomi ditargetkan 3 persen, inflasi sekitar 2 sampai 4 persen, pendapatan regional perkapita ditargetkan Rp57,71 juta, angka kemiskinan 5 sampai 5,5 persen, tingkat pengangguran terbuka 5 sampai 5,20 persen dan indeks pembangunan manusia di atas 71,50 persen.

“Untuk mencapai target tersebut perlu kerja keras dan sinergitas semua pihak untuk mencapai target akhir kinerja ekonomi makro tersebut maupun yang lainnya, karena tantangan dan hambatan akan muncul dan itu harus kita atasi bersama-sama,” ucap Halikin.

Dirinya juga menyebutkan, saat ini pemulihan ekonomi sedang berjalan dan kegiatan ekonomi mulai tumbuh. Indikatornya diantaranya pencapaian target pajak dan retribusi daerah di sejumlah sektor. Meski ada yang belum mencapai target, dan ada pula yang capaiannya lebih dari 100 persen.

“Kita terus mendorong pemulihan ekonomi masyrakat dan kegiatannya tetap kita arahkan untuk mematuhi protokol kesehatan agar mencegah penularan Covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini, dan kita juga harus waspada, karena saat ini muncul varian baru Omicron yang risiko penularannya lebih besar,” pungkasnya. (ib/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *