HEADLINEKatingan

Meski Naik, Namun Stok Minyak Goreng Dipastikan Aman

"Hal tersebut disebabkan mekanisme pasar akibat permintaan yang meningkat," jelas Henni Balawa, kepada sejumlah wartawan, Selasa 12 April 2022.

FOTO Dokumen – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian (UMKM) dan Perdagangan Kabupaten Katingan, Henni Balawa.

GERAKKALTENG.com – KASONGAN – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian (UMKM) dan Perdagangan Kabupaten Katingan, Henni Balawa mengatakan ketersediaan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) sejak bulan suci Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah/tahun 2022 di Kabupaten Katingan dipastikan aman.

Walaupun ada kenaikan harga menjelang lebaran, tetapi tidak terlalu signifikan dan masih dalam batas kewajaran sama seperti tahun sebelumnya sehingga tidak mengganggu pasokan atau suplai kepada masyarakat.

“Hal tersebut disebabkan mekanisme pasar akibat permintaan yang meningkat,” jelas Henni Balawa, kepada sejumlah wartawan, Selasa 12 April 2022.

Kestabilan harga tentunya tidak terlepas dari intervensi pasar pihaknya bersama Kepolisian. Spekulan yang biasanya memanfaatkan keadaan dengan menimbun barang barang ketika permintaan kecil dan menjual kembali saat kebutuhan masyarakat meningkat dengan harga tinggi sudah tidak lagi.

“Untuk minyak goreng memang ada kenaikan harga, tapi barang masih tersedia walaupun dalam kemasan kecil,” ucapnya.

Kemudian, ditegaskan untuk pengawasan terhadap distribusi kebutuhan pokok masyarakat itu akan terus dilakukan hingga lebaran. Terutama pada titik-titik rawan terjadi penyelewengan. Selain itu pihaknya, juga melaksanakan inspeksi pada semua SPBU baik di Kota Kasongan ataupun di wilayah kecamatan.

Henni Balawa, mengatakan stok pangan di Kabupaten Katingan dipasok berdasarkan kondisi geografis 13 wilayah kecamatan. Kota Kasongan sebagai penyangga mendapat pasokan dari Sampit, Palangka Raya, Banjarmasin maupun Pulau Jawa. Kemudian, untuk bagian utara, pasokan diperoleh dari Kabupaten Melawi, sedangkan paling selatan penawaran bersumber dari Banjarmasin dan Sampit.

“Kemudian, wilayah Katingan Hulu dan Bukit Raya pasokan berasal dari Kabupaten Melawi, karena harga lebih murah. Untuk Katingan Kuala dan Mendawai suplai langsung dari Banjarmasin dan Sampit,” pungkasnya. (Tri/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *