Kalimantan TengahPalangka Raya

1.034 Peserta Lomba Mangenta Tercatat dalam MURI

LOMBA MANGENTA : Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Kalteng, menggelar Lomba Mangenta dengan peserta terbanyak tercatat dalam rekor MURI, Minggu (22/5/2022) di Bundaran Besar (Bunbes) Palangka Raya. Foto Ist

GERAKKALTENG. com – Palangka Raya – Dipenghujung gelaran Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) sekaligus rangkaian hari jadi Provinsi Kalteng ke-65 tahun, Pemerintah Provinsi Kalteng menggelar Lomba Mangenta dengan peserta terbanyak.

Lomba sekaligus
masuk pada pencatatan Museum Rekor Indonesia (MURI) itu digelar Minggu (22/5/2022) pagi mengambil tempat di Bundaran Besar (Bunbes) Palangka Raya.

Berdasarkan sumber dari panitia penyelenggara, kegiatan, Lomba Mangenta itu diikuti sekitar 1.034 peserta. Pada pelaksanaan Mangenta itu sendiri menyedot perhatian masyarakat yang antusias melihat secara langsung cara pengolahan kenta tersebut.

Lomba Mangenta guna pemecahan rekor MURI tersebut dibuka Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran. Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu mengapresiasi kegiatan tersebut karena menjadi sarana pelestarian budaya Kalteng.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena merupakan wujud pelestarian kebudayaan Kalteng. Kegiatan ini dapat menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kalteng, Adiah Chandra sari mengatakan, Mangenta atau membuat kenta ini merupakan makanan dari beras ketan khas tradisional Dayak.

“Kenta merupakan khas dari Kalteng. Ini kita perkenalkan kepada khalayak juga para generasi muda, agar makanan khas ini tetap dikenal, dan dapat menjadi makanan modern yang disukai oleh masyarakat,”ungkapnya.

Sementara itu Nopel salah seorang peserta dari kelompok Lomba Mangenta SMA Negeri 5 Palangka Raya mengatakan, mereka antusias mengikuti Lomba Mangenta tersebut.

“Setidaknya kami mengetahui proses Mangenta berbahan baku beras ketan. Mulai dari disangrai, kemudian ditumbuk menggunakan lesung sampai berbentuk pipih. Setelah itu kenta dapat dicampur air atau parutan kelapa serta gula, sampai menjadi makanan khas Dayak yang memiliki cita rasa,”tuturnya.(VD)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *