DPRD Kotawaringin Timur

Waspadai Wabah Penyakit di Musim Penghujan

SAMPIT – Mulai tingginya intensitas curah hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sejak beberapa pekan terkahir ini dinilai bukan hanya berpotensi menimbulkan masalah bencana banjir bagi warga masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kotim H Sanidin. Menurutnya hujan yang rentan menyebabkan banjir ini dibeberapa wilayah tersebut juga akan menimbulkan dampak wabah penyakit seperti demam berdarah dan lainnya.

“Yang perlu kita waspadai bukan hanya persoalan banjirnya saja, melainkan dampak-dampak negatif lainnya seperti penyakit DBD, dan juga kekurangan air bersih, untuk itu kita minta masyarakat juga harus bersama-sama melakukan upaya pencegahan di lapangan,” ungkapnya.

Legislator Partai Gerindra ini juga menekankan, pemerintah daerah melalui dinas teknisnya harus memperhatikan berbagai dampak tersebut kedepannya, selain ketersediaan obat-obatan, pemerintahan Kecamatan, dan desa juga harus ambil andil untuk mensosialisasikan bahayanya DBD itu sendiri atau penyakit lainnya yang rentan muncul ketika musim banjir atau penghujan datang seperti sekarang ini.

“Antisipasi itu perlu, dan langkah pertama yang harus dilakukan dengan kondisi cuaca ekstrim saat ini adalah sosialisasi pengawasan dan juga memperhatikan asupan makanan yang sehat bagi masyarakat, kalau banjir terjadi yang muncul pertama adalah kekurangan air bersih, kedua ketersediaan obat, dan makanan yang sehat, ketika masyarakat terdampak bencana hal ini kurang diperhatikan untuk itu tugas instansi terkait untuk mengawal mereka,” timpalnya.

Sejauh ini Legislator Dapil II Kecamatan Baamang ini juga berharap warga masyarakat yang berada pada pemukiman daerah dataran rendah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir yang saat ini sudah terjadi di beberapa wilayah Kotim ini.
“Kami mengimbau agar masyarakat juga jangan sampai lengah atau lalai, kalau dirasa perlu silahkan mulai mengungsi sebab banjir ini tidak bisa diprediksi kapan air naik dan kapan surutnya, selama masih ada potensi hujan maka potensi banjir kaan semakin lebih besar, Kades-kades juga harus mengawasi hal ini,” tutupnya.(erk/bud)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *