DPRD Kotawaringin Timur

Dewan Kotim Konsultasi ke DP3APPKB Provinsi Kalteng

SAMPIT-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melakukan kunjungan kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi  Kalimantan Tengah (Kalteng).

Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotim, H Rudianur. Turut hadir dalam  rombongan Ketua Komisi III Hj  Mariani dan anggotanya, seperti H  Sanidin, H Bardiansyah, H Ramli,  Dadang Siswanto, Rambat, SP  Lomban Gaol dan Riskon Fabiansyah. Mereka diterima lansung  oleh Kepala DP3APPKB Provinsi  Kalteng Linae Victoria Aden.

“Kami DPRD Kabupaten Kotim  belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke DP3APPKB Provinsi Kalteng untuk konsultasi dan koordinasi terkait program penanganan dan penanggulangan angka stunting pada anak, karena di daerah kita  angka stunting masih cukup tinggi,” kata Rudianur, Jumat (28/10/2022).

Menurutnya penanganan stunting termuat dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting,  sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan  Stunting. Hal ini merupakan komitmen dan visi kepemimpinan nasional dan daerah, komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, konvergensi intervensi  spesifik dan sensitif di pusat.

“Selain itu pemerintah daerah baik pemerintah provinsi maupun kabupaten harus melakukan ketahanan pangan dan gizi, serta penguatan dan pengembangan sistem data dan informasi, risetdan inovasi, agar penanganan stunting lebih maksimal,” ujar Rudianur.

Ia juga mengatakan rencana aksi Percepatan Penurunan Angka Stunting juga menjadi program BKKBN dan menjadi acuan bagi pemangku kepentingan pada semua tingkatan pemerintah, bersinergi secara masif pada pemerintah provinsi dan kabupaten sampai pada tingkat desa yg perannya sangat strategis menjadi pihak yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Dengan kolaborasi semua elemen menjadi kunci dari upaya penanganan stunting demi mewujudkan Kabupaten Kotim menjadi sehat, bahwa akselerasi penurunan Stunting ini memerlukan kontribusi aktif semua pihak,” ucap  Rudianur. (arl/bud)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *