DPRD KatinganKatingan

Gagal Tingkatkan PAD, Kepala SOPD Dipersilahkan Mundur

“Saya juga pernah mundur menjadi Direktur di Perusahaan Daerah. Lantaran, ketidakmampuan untuk meningkatkan pendapatan di perusahaan tersebut. Begitu pula hendaknya Kepala SOPD lingkup Pemkab setempat, lebih baik mundur dari jabatanya jika tidak mampu meningkatkan PAD,” ucap Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Katingan, Nanang Suriansyah kepada sejumlah media.

KASONGAN – Pihak dewan menegaskan kepada seluruh Kepala Satuan Organasisasi Perangkat Daerah (SOPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan, agar terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika tidak bisa, maka yang bersangkutan dipersilahkan untuk mengundurkan diri.

“Saya juga pernah mundur menjadi Direktur di Perusahaan Daerah. Lantaran, ketidakmampuan untuk meningkatkan pendapatan di perusahaan tersebut. Begitu pula hendaknya Kepala SOPD lingkup Pemkab setempat, lebih baik mundur dari jabatanya jika tidak mampu meningkatkan PAD,” ucap Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Katingan, Nanang Suriansyah kepada sejumlah media.

Karena menurut Nanang, tugas kepala SOPD itu bukan saja mengerjakan pekerjaan kantor dengan dana yang sudah disiapkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja. Tapi, harus pula berinovasi dengan mengemukakan ide atau gagasan. “Gagasan itulah yang suatu saat dapat menjadikan suatu pekerjaan baru, yang pada akhirnya dapat meningkatkan PAD di daerah kita,” ujar Politisi Partai Golkar ini.

Dia menyebut, jika bekerja hanya mengerjakan program dan kegiatan yang sudah ada dengan berharap anggaran yang sudah disediakan, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa. Meski, tanpa menduduki jabatan kepala OPD. “Makanya, ASN yang dipilih untuk menduduki jabatan kepala SOPD oleh kepala daerah biasanya lantaran yang bersangkutan sudah dianggap mampu,” imbuhnya.

Maksudnya, selain mampu melaksanakan semua pekerjaan yang sudah diprogramkan, juga bisa berinovasi. Tujuan utamanya, demi meningkatkan pembangunan daerah dari tahun ke tahun. Terkait PAD Kabupaten Katingan pada 2019 sekitar Rp 61 miliar lebih, artinya tidak ada mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

“Kalau tidak mengalami peningkatan, dinas-dinas yang ada hubungannya dengan masalah pajak dan retribusi perlu dipertanyakan. Artinya, mengapa sampai terjadi seperti itu dan apa kendalanya, baik dari sisi administrasi, pelayanannya maupun kendala di lapangan,” pungkas anggota dewan asal Dapil Katingan III yang meliputi wilayah Kecamatan Katingan Tengah hingga Bukit Raya ini.

Kepada semua SOPD, dia mengingatkan agar bersungguh-sungguh untuk menggali pendapatan daerah di semua sektor yang ada di bumi Penyang Hinje Simpei ini. “Beberapa contoh sektor yang dapat digali untuk meningkatkan PAD dimaksud, diantaranya pariwisata oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpor). Taman hijau, wisata kullner yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan beberapa sektor lainnya,” katanya. (tri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *