HeadlineKalimantan TengahPulang Pisau

Ritual Tiwah Massal Masuk CoE Kemenpar RI

Kegiatan Tiwah Massal II sudah secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Pulang Pisau Pudjirustaty Narang, pada akhir pekan lalu,”ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata Kalteng, Guntur Talajan, saat dikonfirmasi, Senin (11/11/2019).

PALANGKA RAYA,GERAKKALTENG.COM -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat, kembali menggelar ritual Tiwah Massal.

Ritual keagamaan umat Kaharingan ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan Pemprov Kalimantan Tengah, setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2018 lalu, dan untuk tahun ini, ritual Tiwah digelar di Kabupaten Pulang Pisau.

Tiwah Massal II begitu tajuk pelaksanaannya, yang kali ini digelar di Desa Sigi Kabupaten Pulang Pisau, dimana wilayah desa ini berdekatan dengan Kota Palangka Raya.

“Kegiatan Tiwah Massal II sudah secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Pulang Pisau Pudjirustaty Narang, pada akhir pekan lalu,”ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata Kalteng, Guntur Talajan, saat dikonfirmasi, Senin (11/11/2019).

Dikatakan Guntur, Tiwah Massal II dilaksanakan di Desa Sigi Kabupaten Pulang Pisau sudah melalui berbagai tahapan.Termasuk tahapan musyawarah mufakat dan juga melalui ritual manenung atau bertanya kepada leluhur.

Desa Sigi itu sendiri kata dia, memiliki sejarah, sehingga mampu menarik wisatawan untuk dapat berkunjung dan menyaksikan secara langsung pelaksanaan Tiwah Massal di desa tersebut.

Disisi lain dipilihnya Desa Sigi sebagai lokasi pelaksanaan Tiwah, juga melalui berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah akses lokasi.

“Kegiatan atau lokasi ritualnya berada di tepi jalan, memudahkan masyarakat untuk melihat, dan mampir karena secara langsung mengetahui ada kegiatan ritual Tiwah Massal,”sebutnya.

Selebihnya Guntur mengatakan, sejarah yang dimiliki Desa Sigi menyimpan banyak hal yang berkaitan dengan pelaksanaan ritual keagamaan Tiwah Massal.Hal tersebut terlihat dengan cukup banyaknya “Sandung” dengan histori yang menarik.

“Tiwah Massaldi Desa Sigi ini diikuti oleh 14 kepala keluarga, masyarakat maupuan para wisatawan bisa meliha langsung berjalannya ritual. Terlebih Desa Sigi merupakan jalur lintas beberapa kabupaten apabila ingin ke Koa Palangka Raya. Jadi lokasinya mudah dijangkau,”bebernya.

“Untuk diketahui ritual Tiwah Massal Kalteng ini sudah masuk Calenderr Of Even (CoE) Kemenpar, sehingga kegiatan ini rutin digelar setiap tahun,”tutupnya.VD

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *