HeadlineKalimantan TengahKalteng Berkah

Gubernur Berharap Royalty Tambang Tahun 2020 Tembus Rp 2 Triliun

Dirinya berharap, angka PAD tersebut terus bertambah dan diharapkan menembus angka Rp 2 triliun pada akhir tahun 2020 mendatang.

FOTO : Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran.

gerakkalteng.com – Palangka Raya – Pendapatan asli daerah (PAD) sektor royalty pertambangan melebihi target atau mencapai Rp 1,2 triliun pada Agustus 2020. Angka tersebut diharapkan terus meningkat menjadi Rp 2 triliun hingga Desember 2020 mendatang.

Kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng semasa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran memang patut diacungi jempol. Sebab sebelumnya royalty pertambangan tahun 2020 dipatok diangka Rp 987 miliar. Namun dengan upaya monitoring serta pemantauan yang serius, maka pada Agustus lalu telah mencapai Rp 1,2 triliun atau melebih target.

“Upaya Pemprov Kalteng terus melakukan monitoring dan pemantauan terhadap aktifitas pertambangan. Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan dari masyarakat serta kerja keras Dinas ESDM Kalteng PAD kita sudah melebihi target,” kata Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran.

Dirinya berharap, angka PAD tersebut terus bertambah dan diharapkan menembus angka Rp 2 triliun pada akhir tahun 2020 mendatang.

Selama menjabat sejak tahun 2016, PAD royalty sektor pertambangan di Kalteng terus meningkat setiap tahunnya. Ini tentu berpengaruh positif bagi peningkatkan APBD provinsi, kabupaten maupun kota di Kalteng.

“Hal ini tentu menjadi energi dalam membangun Kalteng, baik meningkatkan program pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan membantu masyarakat lainya,” jelas Sugianto.

Orang nomor satu di Kalteng ini bahkan menuturkan, jika Pemprov Kalteng berupaya keras meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai potensi yang dimiliki.

“Peningkatan APBD tersebut nantinya akan diarahkan untuk pengalokasian program kesehatan gratis, pendidikan gratis sampai infrastruktur dan program pro rakyat lainnya,” imbuh gubernur.

Kepala Dinas ESDM provinsi Kalteng, Ermal Subhan menjelaskan bahwa aktifitas pertambangan perlahan mulai membaik, sehingga pihak perusahaan mampu memenuhi kewajibannya.

“Covid-19 ini tentu berimbas terhadap sirkulasi bisnis mereka (perusahaan tambang, Red), namun pelan-pelan aktifitas mulai membaik. Ini upaya pemerintah dalam meningkatkan PAD,” pungkasnya. (SOG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *