Barito SelatanDPRD Barito Selatan

ODP ‘Gowa’ Bakal Jadi Prioritas Pengawasan Pemkab Barsel

hal itu harus menjadi prioritas, terutama bagi para ODP yang mempunyai riwayat kontak erat dengan para PDP dan PDP Positif terpapar Sars Cov 2 itu, untuk menjamin agar mereka tidak berkeliaran dan berinteraksi dengan orang lain selama masa isolasi.

Tanggap Darurat : Tentukan langkah selama masa tanggap darurat, GTPPC-19 Barsel laksanakan rapat, Jumat (24/4/2020).

gerakkalteng.com – BUNTOK – Pemerintah daerah kabupaten Barito Selatan, akan mensuplai kebutuhan pokok bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang memiliki riwayat kontak dengan orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif Covid-19, selama mereka menjalani masa karantina mandiri.

Jaminan ketersediaan suplai bahan pokok bagi mereka yang menjalani isolasi di rumah masing-masing itu, disampaikan langsung oleh Bupati Barsel H. Eddy Raya Samsuri, dalam pelaksanaan rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Barsel, yang dilaksanakan di Aula Setda Kantor Bupati setempat, Jumat (24/4/2020).

Dikatakan oleh Ketua GTPPC-19 Barsel ini, hal itu harus menjadi prioritas, terutama bagi para ODP yang mempunyai riwayat kontak erat dengan para PDP dan PDP Positif terpapar Sars Cov 2 itu, untuk menjamin agar mereka tidak berkeliaran dan berinteraksi dengan orang lain selama masa isolasi.

Terutama bagi mereka yang diketahui pernah mengikuti kegiatan Jamaah Tabligh Akbar di Gowa, Sulawesi Selatan, yang memang kebanyakan dikonfirmasi terpapar Covid-19.

“Kita prioritaskan bagi mereka yang datang dari Gowa ini, contohnya mungkin dari 40 atau 50 orang ini, dihitung dengan keluarganya mungkin jumlahnya mencapai 200 orang. Kita akan kasih mereka paket sembako selama satu bulan, tapi dengan catatan mereka terus dimonitor agar tidak berkeliaran keluar,” jelas Eddy.

Selain pemberian bantuan sembako dan dilakukan pemantauan, khusus bagi mereka yang diketahui mempunyai riwayat perjalanan ke Gowa dan riwayat perjalanan ke Bogor, Jawa Barat mengikuti kegiatan kerohaniawan, pemkab juga berencana akan memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp 1 juta per Kepala Keluarga.

Nantinya uang ini, digunakan sebesar Rp 400 ribu untuk kegiatan entrepreneur (usaha) dan sisanya yakni sebesar Rp 600 ribu digunakan sebagai penunjang kebutuhan lainnya.

“Jadi mereka kita harapkan sedikit mungkin untuk keluar rumah. Kan alasan mereka keluar rumah kan untuk kerja, (tapi) kita berikan subsidi ini agar mereka jangan sampai keluar rumah, selama masa isolasi setidaknya satu bulan ke depan,” tuturnya.

Sebelumnya orang nomor satu di Bumi Batuah tersebut, juga menjelaskan terkait langkah-langkah yang akan dilaksanakan oleh GTPPC-19 Barsel, selama tiga bulan ke depan dalam masa tanggap darurat.

Pertama adalah semua Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) perlu lebih meningkatkan sinergitas dengan beberapa instansi vertikal lainnya, yakni Kepolisian, TNI dan Kejaksaan dalam pengambilan kebijakan operasional penanganan Covid-19 di Barsel.

Kemudian, GTPPC-19 Barsel akan meningkatkan upaya antisipasi perkembangan penyebaran Covid-19, melalui upaya pencegahan, penanggulangan dan pemulihan pascabencana Covid-19.

Ketiga adalah GTPPC-19 melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Jaraga Sasameh dibantu oleh TNI, Kepolisian, Satpol PP dan Damkar, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), akan melakukan tracking kontak terhadap komunitas atau survey kontak, terhadap para penderita Covid-19 di Barsel.

“Kita harapkan Dinas Kesehatan bersama-sama dengan tim, mungkin kita bisa melakukan sampel acak pak Kadis. Kita ambil sampelnya jangan tanggung-tanggung, karena mereka yang pembawa Covid-19 ini masih bisa berkeliaran,” tukas Eddy.

Selanjutnya adalah Pemkab melalui Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Sosial (DSPMDes dan Sosial) dan Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) akan melakukan pendataan dan penyaluran berbagai bentuk bantuan.

Bantuan dimaksud adalah sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT), kartu pra kerja dan stimulan modal bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19.

“Ada 248 orang yang terdaftar sebagai penerima bantuan kartu pra kerja dari sektor perhotelan dan usaha informal terdampak lainnya. Tapi syukur untuk para pekerja yang di sektor Formal, belum ada laporan pekerjanya dirumahkan,” tutur Eddy lagi.

Lanjut Eddy lagi, pemkab juga mendorong agar peningkatan intensitas media center GTPPC-19 Barsel untuk membuka data dan informasi terkait Covid-19, seluas-luasnya kepada para pelaku media dan masyarakat.

“Kami harapkan agar Dinkes dan Diskominfo agar selalu memberikan informasi kepada kawan-kawan media seputar Covid-19 di Barsel ini. Supaya mereka juga tahu bahwa kita serius menanggapi permasalahan ini,” tegasnya.

Semua langkah tersebut, dijelaskan Eddy lagi, merupakan upaya Pemkab Barsel dalam rangka memaksimalkan penanggulangan wabah Sars Cov 2 tersebut dengan cepat.

Diakui Eddy, berdasarkan informasi yang diterima, bahwa pandemi Covid-19 ini diprediksi akan mengalami penurunan jumlah penyebaran pada Juni 2020 mendatang.

“Kami harap di Barsel juga bisa berjalan baik sesuai informasi itu,” harap Eddy.

Guna memaksimalkan upaya pencegahan dan penanganan dampak wabah yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut, pemkab Barsel telah mengalokasikan dana khusus penanganan Covid-19 sebesar Rp.32,421 miliar, yang diproyeksikan cukup untuk pelaksanaan program dan kegiatan selama tiga bulan ke depan.(petu)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *