DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Korban Banjir di Enam Kecamatan Dapat Bantuan

"Kami pemerintah daerah memberikan bantuan kepada warga yang terdampak akan banjir di enam kecamatan. Dengan adanya bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban masyarakat kita yang terdampak bencana. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Sekretaris Daerah Kotim, Halikinnor Kamis (14/5/2020).

gerakkalteng.com- SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyalurkan bantuan untuk 8.980 warga yang terdampak banjir di beberapa kecamatan di daerah itu. Sebelumnya ada enam kecamatan yang kena musibah banjir. Yaitu Mentaya Hulu, Parenggean, Tualan Hulu, Cempaga Hulu, Cempaga dan Kecamatan Kota Besi.

Penyerahan bantuan itu dilaksanakan di Kantor BPBD Kabupaten Kotim oleh Sekretaris Daerah (Sekda) H Halikinnor didampingi Kepala Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim HM Yusuf dan Kepala Dinas Sosial Rusmiati kepada enam camat.

“Kami pemerintah daerah memberikan bantuan kepada warga yang terdampak akan banjir di enam kecamatan. Dengan adanya bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban masyarakat kita yang terdampak bencana. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Sekretaris Daerah Kotim, Halikinnor Kamis (14/5/2020).

Menurut Halikinnor, saat ini ada dua bencana yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain banjir dan juga  wabah virus corona atau Covid-19.

Berdasarkan data yang diterima BPBD dari laporan pihak kecamatan, terdapat 2.739 kepala keluarga atau 8.980 jiwa yang terdampak banjir. Bantuan yang diberikan terdiri dari dua jenis, yaitu beras dan paket sembako lainnya.

“Bantuan beras berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) untuk korban banjir yang disalurkan melalui Dinas Sosial dengan penerima bantuan dihitung berdasarkan jumlah jiwa. Yakni sebanyak 50.136,8 kg atau sekitar 50,2 ton untuk 8.980 jiwa,” ucapnya.

Halikinnor juga mengatakan, bantuan paket sembako tersebut juga dari Posko Tanggap Darurat dan dihitung sesuai jumlah kepala keluarga, yaitu 2.739 paket sembako. Setiap paket berisikan mi instan, ikan kaleng, kopi, teh, susu, gula, minyak goreng, kecap dan sambal.

“Bantuan ini kami serahkan kepada camat, selanjutnya camat berkoordinasi dengan kepala desa untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir. Saya ingatkan agar bantuan ini harus sampai kepada penerima yang berhak, sesuai yang telah didata. Kepala desa juga harus bijak dalam menyikapi kondisi di lapangan saat ini,” tegasnya. (drm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *