DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Karena Suhu Tubuh Tinggi, Bayi Asal Sumbar Ditolak Naik Pesawat

“Kami fasilitasi kepulangannya. Rencanaya besok (hari ini, 19/6) melalui Bandara H Asan Sampit. Penerbangan pesawat Nam Air 15.50 WIB, transit Jakarta," ungkap Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim Multazam, Kamis (18/6/2020).

Gerakkalteng.com – SAMPIT – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotawaringin Timur (Kotim) akan memfasilitasi kepulangan keluarga Ade Kurniawan ke kampung halaman di Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Hal itu dikarenakan, sebelumnya keluarga pria yang bekerja disebuah perkebunan kelapa sawit itu ditolak pihak bandara karena suhu tubuh bayi yang merupakan anak kandungnya cukup tinggi.

“Kami fasilitasi kepulangannya. Rencanaya besok (hari ini, 19/6) melalui Bandara H Asan Sampit. Penerbangan pesawat Nam Air 15.50 WIB, transit Jakarta,” ungkap Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim Multazam, Kamis (18/6/2020).

Menurut Multazam, sebelumnya, keluarga tersebut sempat gagal pulang kampung halaman karena bayinya saat diperiksa di Bandara H Asan Sampit, suhu tubuhnya tinggi. Sehingga harus diisolasi di Klinik Covid-19. Namun hasil swab bayi itu negatif Covid-19.

“Bayi anak dari Ade Kurniawan sempat beberapa hari disolasi di Klinik Covid-19 Islamic Center, tanpa bisa ditemani oleh ayahnya. Setelah dilakukan tes swab, hasilnya negatif Covid-19,” ungkapnya.

Multazam menjelaskan awal mula hingga bayi tersebut harus menjalani isolasi. Berawal saat dilahirkan ibunya yang merupakan istri dari Ade Kurniawan di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Beberapa hari setelah melahirkan bayi tersebut, istri Ade Kurniawan diisolasi, karena gagal fungsi paru-paru.

Selama dilakukan perawatan, perempuan yang merupakan ibu kandung bayi tersebut meninggal dunia, sehingga dimakamkan menggunakan protokol Covid-19.

Semenjak ditinggal sang istri, Ade Kurniawan yang merupakan karyawan perkebunan kelapa sawit di Kotim itu memutuskan untuk berhenti bekerja. Dia berencana pulang kampung di Sumatera Barat membawa buah hatinya bersama sang nenek.

Namun pria yang ditinggal istri untuk selama-lamanya itu, tidak bisa pulang kampung halaman. Karena pihak bandara tidak mengizinkannya ikut pesawat. Lantaran bayi yang digendong sang nenek mengalami suhu tubuh yang tinggi setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas bandara. (drm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *