DPRD Gunung MasGunung Mas

Imbau Penari Tradisional Tetap Patuhi Protokol Kesehatan Saat Pentas

”Sanggar Dandang Tingang Kuala Kurun selalu menerapkan protokol kesehatan COVID- 19. Mereka mampu beradaptasi dengan tatanan normal baru. Hal ini yang patut kita apresiasi,” ucap Iceu, di Kantor DPRD setempat, Jumat (16/10/2020).

gerakkalteng.com – KUALA KURUN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari mengapresiasi penari tradisional dari Sanggar Dandang Tingang Kuala Kurun, yang selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

”Sanggar Dandang Tingang Kuala Kurun selalu menerapkan protokol kesehatan COVID- 19. Mereka mampu beradaptasi dengan tatanan normal baru. Hal ini yang patut kita apresiasi,” ucap Iceu, di Kantor DPRD setempat, Jumat (16/10/2020).

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) I mencakup Kecamatan Kurun, Mihing Raya, dan Sepang ini mengatakan, pandemi Covid-19 membuat setiap orang harus beradaptasi dengan tatanan normal baru. Namun demikian, jangan sampai pandemi Covid-19 membuat aktivitas masyarakat terhenti, termasuk aktivitas di bidang seni, khususnya seni tari.

”Kuncinya kita harus beradaptasi dengan membiasakan diri melakukan 4M, yakni memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan pakai sabun di air bersih mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” tuturnya.

Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini berharap apa yang dilakukan oleh para penari dari Sanggar Dandang Tingang Kuala Kurun, dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas, dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

”Ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin terus beraktivitas di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Sanggar Dandang Tingang Kuala Kurun Tryoanda Nazareth menuturkan, para penari tradisional dari sanggar tersebut selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19, untuk beradaptasi dengan tatanan normal baru.

”Pandemi Covid-19 membuat kami harus beradaptasi. Awalnya memang susah berlatih dengan menggunakan alat pelindung diri (APD), namun lama-lama jadi terbiasa. Malah aneh rasanya jika tidak mengenakan APD,” terangnya.

Saat ini, tambah dia, Sanggar Dandang Tingang Kuala Kurun selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara disiplin dan penuh kesadaran, baik saat latihan maupun pentas di berbagai kegiatan.

”Intinya, meski sedang terjadi pandemi COVID-19, Sanggar Dandang Tingang Kuala Kurun tidak berhenti untuk melestarikan kesenian daerah,” pungkasnya. (sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *