DPRD Gunung MasGunung Mas

Memanfaatkan Media Massa Mencari Informasi Visi Misi Paslon

”Kegiatan yang melibatkan massa untuk berkumpul tentu sangat rawan terjadi penularan Covid-19. Bagaimanapun juga, keselamatan masyarakat merupakan hal yang paling utama. Jangan sampai diabaikan,” tegas Akerman, di Kantor DPRD setempat, Kamis (1/10/2020).

gerakkalteng.com – KUALA KURUN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Akerman Sahidar mengakui, memahami keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang melarang konser musik dan kegiatan yang melibatkan massa berkumpul pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

”Kegiatan yang melibatkan massa untuk berkumpul tentu sangat rawan terjadi penularan Covid-19. Bagaimanapun juga, keselamatan masyarakat merupakan hal yang paling utama. Jangan sampai diabaikan,” tegas Akerman, di Kantor DPRD setempat, Kamis (1/10/2020).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, konser musik merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh masyarakat di Kabupaten Gumas. Mereka menyukai seni musik. Apapun jenis konser musik, jarang dilewatkan dan selalu dinanti-nanti oleh masyarakat.

”Dari pengalaman sebelumnya, konser musik sangat efektif mengumpulkan massa. Dengan adanya larangan konser musik dan kegiatan yang melibatkan massa berkumpul, maka pasangan calon (paslon) dan tim pemenang harus mencari cara lain,” ujarnya.

Dia menuturkan, meskipun pelaksanaan Pilkada Kalteng 2020 tidak akan ada konser musik dan kegiatan yang melibatkan massa berkumpul, diharapkan masyarakat tetap aktif mencari tahu visi, misi, serta program kerja dari paslon peserta pilkada.

”Masyarakat harus pro aktif mencari tahu visi misi paslon, sehingga dapat menentukan pilihan pada 9 Desember tahun 2020 mendatang,” tuturnya.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) II mencakup Kecamatan Rungan Hulu, Rungan, Rungan Barat, Manuhing, dan Manuhing Raya ini juga mendorong masyarakat, untuk memanfaatkan media massa dalam mencari informasi terkait visi misi, serta program kerja yang ditawarkan paslon.

”Paslon dan tim pemenang pasti juga akan mencari cara kampanye yang tidak melanggar ketentuan, agar masyarakat mengetahui visi misi serta program kerja yang ditawarkan,” tukasnya. (agg/hms)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *