DPRD Kota Palangka RayaPalangka Raya

Waspada Penyebaran Covid-19, Siapkan Dini Tahapan Pencoblosan

Anggota DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari, Minggu (25/10/2020).

PALANGKA RAYA, GERAKKALTENG. COM-Pihak penyelenggara pemilu, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya, diharap dapat melakukan persiapan secara dini langkah antisipasi mencegah penyebaran covid-19. Terutama pada tahapan pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

“Kondisi kita ini masih di tengah pandemi. Karenamya, agar masyarakat tidak khawatir maka perlu antisipasi mencegah penyebaran covid-19. Terutama di hari pencoblosan nanti,”ungkap anggota DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari, Minggu (25/10/2020).

Menurut legislator dari Partai Gerindra ini, KPU perlu mengeluarkan dan mensosialisasikan kebijakan mencegah penyebaran covid-19, saat hari pencoblosan surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bahkan kapan perlu kata dia, simulasi atau skenario pencoblosan harus jauh-jauh hari dilakukan. Terutama bagaimana penerapan protokol kesehatan dapat diterapkan secara ketat. Contohnya, sebelum pencoblosan semua lokasi TPS disemprot disinfektan terlebih dahulu.

Kemudian jumlah pemilih di TPS dibatasi. Lalu bagaimanan kesiapan alat pelindung diri (APD). Termasuk seluruh petugas KPPS harus menjalani rapid test terlebih dahulu untuk memastikan kesehatannya. Terpenting, masyarakat selaku pemilih wajib menggunakan masker.

“Lagi-lagi ini semua menjadi sangat penting agar, masyarakat selaku pemilih dan juga penyelenggara pemungutan suara aman dan nyaman serta terlindungi dari penyebaran virus korona tersebut,”ujarnya.

Disadari sambung Tantawi, pada perhelatan pilkada, khususnya pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng di tahun ini, sangat jauh berbeda kondisinya dengan pelaksanaan pilkada sebelumnya, mengingat merebaknya virus covid-19 yang terjadi saat ini.

Kondisi inipun menjadi sorotan, terutama bagaimana setiap tahapan pilkada dapat dilalui tanpa adanya orang yang terinfeksi virus covid-19 itu.

“Seperti tahapan kampanye maupun tahapan hari pelaksanaan pencoblosan. Dua tahapan ini menjadi perhatian banyak pihak, apakah penyelenggara pemilu mampu melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan tegas,”tandasnya.VD

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *