Kotawaringin Timur

Program CSR Harus Direalisasikan dan Dilaporkan

"Saya sejak dulu meminta apapun yang dilakukan PBS diekspos, karena sekecil apapun kegiatannya, laporkan saja. Kalau tidak, kami tidak mencatatnya sebagai CSR perusahaan," ujar Supian Hadi.

GERAKKALTENG.com – SAMPIT Bupati Kotawaringin Timur, H. Supian Hadi mengingatkan perusahaan besar swasta (PBS) merealisasikan program corporate social responsibility (CSR) secara rutin dan sesuai aturan. Pelaksanaannya harus dikoordinasikan dan dilaporkan, sehingga dapat disinkronkan dengan program pemerintah daerah.

“Saya sejak dulu meminta apapun yang dilakukan PBS diekspos, karena sekecil apapun kegiatannya, laporkan saja. Kalau tidak, kami tidak mencatatnya sebagai CSR perusahaan,” ujar Supian Hadi.

 Menurutnya selama ini banyak perusahaan perkebunan sawit tidak mau  melaporkan realisasi program CSR. Padahal, informasi itu sangat penting bagi pemerintah daerah agar tidak sampai terjadi tumpang tindih program.

Selain itu, juga laporan realisasi CSR memudahkan pemerintah daerah membuat laporan, jika diperlukan untuk pelaporan kepada Gubernur.

“Hal itu juga sebagai bahan kami, kalau ada pihak tertentu membutuhkan data untuk digunakan, karena selama ini kita tidak tahu seberapa besar sumbangsih perusahaan. Makanya sekarang, kita optimalkan yang ada dulu,” kata Supian Hadi.

Bupati dua periode ini menjelaskan, besaran CSR sudah ada hitungan tersendiri. Tetapi tidak sedikit yang menyalurkan di bawah ketentuan. Hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Itu tentu tidak boleh, karena CSR merupakan hak masyarakat yang diambil dari keuntungan perusahaan.

“Kami mengharapkan pembangunan daerah jadi tanggung jawab bersama. Tak terkecuali peran PBS melalui CSR. Karena itu, wajib dan sudah diatur dalam undang-undang,” tutupnya. (sog/agg)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *