DPRD Kalimantan TengahKalimantan Tengah

Dewan Kalteng Sebut Belajar Daring Beri Celah Anak Beralih Main Game On Line

Gerakkalteng.com – Palangka Raya  – Kalangan dewan Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya ikut bersepakat jika nantinya Pembelajaran Tatap Muka atau PTM diberlakukan kembali. Dengan catatan, melihat perkembangan kondisi dan juga disiplin dan tertib menerapkan protocol kesehatan. Sistem daring yang sudah dijalankan selama ini diyakini memberi kelebihan dan juga kekurangannya.Terutama anak menjadi lebih banyak waktu luang dan bermain dan cenderung mengarah pada permainan on line atau menggunakan media sosial.

Kepada Gerakkalteng.com, Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Natalia, Rabu (25/08/2021) mengungkap, system belajar daring sebenarnya memiliki banyak kelemahan seperti halnya ketidak hadiran guru secara fisik dan minimnya perhatian bagi guru saat belajar. Kelemahan lainnya adalah system daring ini memberikan celah dan ruang bagi anak untuk beralih perhatian untuk bermain. Terutama banyaknya waktu yang dipergunakan untuk bermain game on line atau menonton Youtube.

Bahkan sebagian diantaranya merasa keasyikan bahkan kecanduan tak bisa lepas dari game on line akibat kurangnya pengawasan dari keluarganya. Hal ini tentunya juga bukan sepenuhnya kesalahan kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua, karena mereka juga disibukkan dengan aktivitas dan pekerjaannya.

Dengan demikian, tentu sudah waktunya anak anak kini kembali ke lingkungan sekolah untuk kembali belajar tatap muka.
“Belajar tatap muka ini tentu akan mempermudah pengawasan , pengarahan, perhatian dari kalangan guru untuk anak lebih mudah menguasai materi”, jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Kuwu Senilawati mengungkap, dirinya menyerahkan sepenuhnya keputusan diberlakukannya kembali. Keputusan ini berada sepenuhnya di instansi dan Dinas setempat beserta kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua murid. Jika kondisi sudah tidak terlalu mengkawatirkan dan memang memungkinkan, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pemangku kepentingan terkait.

Tentunya keputusan untuk membuka kembali sekolah tatap muka ini sudah diputuskan matang matang melihat kondisi yang ada. Dengan demikian, ini, perlu adanya kerjasama dan saling pengertian antara orang tua dan murid. (AW/ST)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *