Kalimantan TengahPalangka Raya

Pinsar Kalteng : PPKM Bisa Hambat Ketersediaan Daging Ayam

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Tengah, Andi Bustan, Jumat (06/08/2021)

GERAKKALTENG.COM – Palangka Raya –  Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Tengah, meyakini, Perpanjangan PPKM di Kalimantan Tengah akan membawa imbas dan dampak bagi rantai distribusi dan pasokan daging ayam di pasar dan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Pinsar Kalteng meminta kebijakan pemerintah daerah untuk duduk bersama mencari solusi terbaik dan langkah win win solution bagi kelangsungan distribusi dan produksi daging ayam di Kota Cantik Palangka Raya.

Kepada Gerakkalteng.com, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Tengah, Andi Bustan, Jumat (06/08/2021) mengungkap, kegiatan dan aktivitas peternakan ayam di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah sangat bergantung dengan Provinsi Tetangga Kalimantan Selatan. Ketergantungan ini terutama yang berkaitan dengan bibit , pakan dan suplemen ternak ayam yang masih bergantung dari Kalimantan Selatan. Jika PPKM ini ikut membatasi pergerakan kalangan ternak ayam, tentu akan sangat berimbas bagi rantai ketersediaan dan pasokan kebutuhan daging ayam di Kalteng dan Palangka Raya
Para peternak tentu akan mengurangi produksi dan standar pakan dan perlakuan bagi ternak ayam.

Akibatnya, pasokan dan supply menjadi menurun yang ujungnya akan menyusutkan harga daging ayam di Kalteng dan Palangka Raya. Pada akhirnya tentu produsen dan pedagang daging ayam harus mau kehilangan untung dan penurunan pendapatan dibanding biasanya. PPKM ini diyakini akan sangat mempengaruhi kegiatan produksi, distribusi, penjualan hingga penyediaan daging ayam di Palangka raya secara keseluruhan.

“Untuk itu, Pinsar meminta agar Pemerintah mau duduk bersama dengan kalangan peternak unggas dan ayam untuk mencari solusi terbaik dan kebijakan win win solution. Termasuk kemungkinan untuk memberikan label khusus bagi kalangan peternak dan pedagang ayam dalam melakukan distribusi”, pintanya.
Pinsar juga berharap aktivitas peternakan ayam ini masuk dalam hal esensial yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Jika pasokan daging ayam terhambat dan mengalami penurunan kualitas, tentu ini akan sangat mempengaruhi keterdukungan gizi dan protein bagi masyarakat.
Andi menyebut para peternak dan produsen daging ayam tentu berkeinginan patuh dan tunduk pada aturan PPKM yang dicanangkan pemerintah. Sehingga diharapkan pembicaraan dan pembahasan dengan pemerintah agar menemukan langkah dan solusi tepat agar PPKM tetap berjalan dan ketersediaan daging ayam tetap terpenuhi setiap harinya. (AW)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *