Kotawaringin Timur

Berharap Posyandu Kembali Aktif

"Saya meminta agar Posyandu mulai dari tingkat desa hingga kecamatan agar kembali di ak­tifkan, Hal ini sebagai upaya kita untuk mencegah stunting tentunya dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan ini," kata Khairiah, Jumat (18/2/2022).

GERAKKALTENG.com – SAMPIT – Masa pandemi Co­vid-19 yang mulai melanda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di akhir Maret 2020 hingga saat ini banyak mempengaruhi sendi-sendi kehidupan. Terma­suk optimalisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) juga ikut mengalami penurunan dengan adanya pembatasan.

Fenomena ini memicu Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahtraan Keluarga (TP- PKK) Kabupaten Kotim Hj Khai­riah Halikinnor meminta den­gan tegas agar Posyandu mulai tingkat desa hingga Kecamatan agar diaktifkan kembali. Namun pelaksanaan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam imple­mentasinya di lapangan.

“Saya meminta agar Posyandu mulai dari tingkat desa hingga kecamatan agar kembali di ak­tifkan, Hal ini sebagai upaya kita untuk mencegah stunting tentunya dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan ini,” kata Khairiah, Jumat (18/2/2022).

Dirinya mengatakan Kabupat­en Kotim telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu kabupaten lokus penanganan stunting dengan angka yang cukup tinggi yaitu 48,84 persen, tertinggi di Kalimantan Tengah, kerena berdasarkan prevalensi sebaran stunting di Kabupaten Kotim pada bulan Agustus 2021 lalu di daerah ini sebesar 22 persen menurun 5 persen dari 27 persen per 31 De­sember 2020.

“Kasus stunting masih tinggi. Kami mengaktifkan posyandu yang kurang aktif, karene keberadaan posyandu juga berperan penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap peningkatan kualitas kesehatan, khususnya ter­hadap tumbuh kembang anak, ibu hamil dan pencegahan stunting,” ucap Khairiah.

Ia juga menambahkan pencega­han stunting merupakan salah satu program prioritas pemerintah Ka­bupaten Kotim, Dan TP PKK telah di tunjuk sebagai mitra pemer­intah sekaligus ujung tombak dalam upaya pencegahan stunting tersebut. maka dari itu pihaknya berupaya memberikan kontribusi yang maksimal dalam penanganan stunting di Kabupaten Kotim ini.

“Kami terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, Khususnya para ibu, dengan meli­batkan PKK 17 Kecamatan dan 168 desa yang ada di Kabupaten Kotim ini, dan kami juga aktif melakukan pemantauan terhadap posyandu hal itu dilakukan untuk mendetiksi dini stunting yang terjadi terhadap pada anak, kami juga berharap ta­hun ini angka stunting mengalami penurunan,” tutupnya. (ib/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *