DPRD Gunung Mas

Pemkab Gumas Diminta Perhatikan Usaha Lokal

FOTO : Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, H Rahmansyah bersama koleganya anggota DPRD gumas lainnya sedang serius mengikuti rapat paripurna di kantor dewan setempat.

GERAKKALTENG. com Kuala Kurun – Kalangan anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengharapkan pemerintah daerah (Pemda) setempat, untuk memperhatikan usaha lokal, sehingga terwujud kesejahteraan masyarakat yang mandiri.

Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, H Rahmansyah melihat, masih kurangnya perhatian pemerintah daerah (Pemda), terhadap usaha lokal.

Selama ini kata dia, tidak sedikit masyarakat yang mengantungkan hidup dengan mengandalkan pekerjaan yang tidak jelas. Contohnya melakukan kegiatan pertambangan liar (PETI) . “Itu dilakukan mereka untuk menutupi biaya mereka sehari-hari. Maka dari itu saran kami agar masyarakat lokal kita harus diperhatikan segi pekerjaan,”tukas Rahmansyah, Kamis (3/3/2022).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Gumas ini, menyarankan pemerintah daerah dapat memberikan peluang bagi masyarakat. Misalnya dalam berkebun seperti komoditi yang memiliki masa depan yang jelas, dan memiliki peluang pasar.

“Kalau saya melihat komoditas yang banyak bisa dilakukan setiap orang dalam melakukan perawatannya yaitu perkebunan sawit,”cetus Rahmansyah.

Maka dari itu hendaknya Pemkab Gumas dapat mengarahkan masyarakat yang punya lahan kosong, agar bisa melakukan budidaya tanaman kelapa sawit untuk komoditas selain padi.

Memang disadari kata dia, mengembangkan sektor perkebunan tidaklah mudah. Selain membutuhkan waktu yang lama, juga memerlukan biaya yang cukup besar. Contohnya budidaya tanaman sawit, maka harus dimulai dari pembelian pokok bibit hingga pemeliharaan.

“Kami yakin, kalau saja setiap kepala keluarga memiliki luas lahan paling sedikit dua hektare untuk lahan sawit, dan didukung bantuan bibit dari pemerintah, maka ekonomi warga ada jaminan untuk kedepannya,”tutur Rahmansyah.

Terlepas dari itu tambah dia, sumber daya alam (SDA) di Kabupaten Gumas, masih melimpah ruah, dan banyak lahan tidur yang kosong serta tidak ditanami tumbuhan, sehingga menjadi kesempatan masyarakat dan pemerintah untuk berkebun menanam karet, rotan atau sawit. “Tujuan akhirnya agar lahan non produktif menjadi produktif,”pungkasnya. (sg/st)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *