EDUKASI & RISTEK

Homeschooling Bagian dari Binaan Dinas Pendidikan

“Homeschooling merupakan bagian dari Pendidikan Non Formal dan juga merupakan binaan dari Disdik. Apalagi sekarang sudah merdeka belajar, homeschooling dan setara dalam jaringan (daring) menurut saya paling relevan untuk mengakomodir itu seperti kondisi sekarang,” ujarnya, Jumat 1 Juli 2022.

GERAKKALTENG.com – SAMPIT – Saat daerah dilanda pandemi Covid-19 sekarang ini, hampir semua satuan pendidikan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Meski kasus sudah melandain dan pemerintah sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, namun masih ada sebagian yang dilakukan secara online.

Untuk itu menurut Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Arief, melalui Kepala Seksi (Kasi) PAUD PNF Akbar, homeschooling bisa mengakomodir hal tersebut.

“Homeschooling merupakan bagian dari Pendidikan Non Formal dan juga merupakan binaan dari Disdik. Apalagi sekarang sudah merdeka belajar, homeschooling dan setara dalam jaringan (daring) menurut saya paling relevan untuk mengakomodir itu seperti kondisi sekarang,” ujarnya, Jumat 1 Juli 2022.

Saat ini lanjutnya, di Kotim sendiri baru ada satu lembaga pendidikan non formal yang melaksanakan program homeschooling, dan itupun baru ada di tahun 2022 ini. Sementara tahun-tahun sebelumnya, untuk pendidikan non formal di Kotim hanya ada pendidikan kesetaraan yaitu paket A, B dan C.

“Kalau di kota-kota besar sudah tidak asing lagi dengan homeschooling ini, dimana guru atau penyedia jasa pendidiknya datang langsung ke rumah untuk memberikan pembelajaran kepada anak. Sehingga pembelajaran dipantau langsung oleh orangtua di rumah masing-masing,” sebutnya.

Tambahnya, meskipun pembelajaran online saat pandemi ini dapat membantu proses pendidikan untuk terus berjalan sebagaimana mestinya,  namun banyak siswa yang mengeluh lelah akibat terlalu lama memandangi layar gadget mereka. Selain itu, beberapa siswa juga mengaku bahwa mereka sering kali merasa tidak paham akan materi yang disampaikan melalui proses belajar mengajar virtual.

“Melalui program homeschooling ini, siswa dapat berinteraksi langsung dengan gurunya. Sehingga pemahaman juga akan lebih mudah terhadap pelajaran,” tandasnya. (Rik/Sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *