DPRD Kotawaringin Timur

Masyarakat Diingatkan Waspadai Potensi Karhutla

SAMPIT- Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) termasuk daerah yang sangat rawan akan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal ini dikarenakan luas sebaran tanah gambut di kabupaten tersebut apabila menjadi kering, sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan karena api membakar hingga ke dalam tanah, meski api di permukaan sudah padam.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotim, H Rudianur mengatakan saat ini sudah memasuki musim kemarau, karena dalam beberapa hari terakhir ini cuacanya cukup panas dan tidak ada hujan. Ia mengajak masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebakaran lahan yang dinilai rawan terjadi.

“BMKG menyampaikan Agustus ini merupakan puncak kemarau, sehingga rawan terjadi kebakaran. Maka kami mengimbau masyarakat juga meningkatkan kewaspadaan, tidak hanya terhadap kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga kebakaran di daerah permukiman,” kata Rudianur, Kamis (11/8/2022).

Dirinya mengatakan ke-waspadaan terhadap kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla sangat diperlukan. Tujuannya agar ancaman musibah tahunan saat kemarau itu bisa dicegah. Maka untuk itulah langkah yang lebih efektif adalah mencegah terjadinya kebakaran. Peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah karhutla, salah satunya dengan tidak membakar lahan.

“Membakar lahan saat kemarau sangat rawan memicu terjadinya kebakaran lahan yang tidak terkendali. Hal itu bisa menyebabkan munculnya kabut asap, dan dapat menimbulkan dampak luas bagi masyarakat, seperti mengganggu kesehatan masyarakat, dunia pendidikan, transportasi dan perekonomian secara umum,” ujar Rudianur.

Politisi Partai Golkar ini juga mengapresiasi langkah pemerintah Kabupaten Kotim yang telah memberikan bantuan alat berat berupa ekskavator multi fungsi kepada pemerintah kecamatan. Dari 17 kecamatan yang ada, saat ini bantuan tersebut sudah diberikan kepada 15 kecamatan dan tinggal untuk Kecamatan Baamang dan Ketapang.

“Dengan dibagikannya Ekskavator multi fungsi itu akan sangat membantu masyarakat dalam membuka lahan sehingga masyarakat tidak lagi melakukannya dengan cara membakaran. Hal ini diharapkan dapat mencegah terjadinya karhutla akibat dampak pembukaan lahan tersebut,” ucap Rudianur. (erk/bud)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *