Barito Timur

Festival Tunas Bahasa Ibu Jenjang SD SMP Tanamkan Rasa Cinta Dan memiliki Bahasa Ibu

Foto : Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Lia Damayanti, S. Pd. MM.

Gerakkalteng.com – Tamiang Layang – Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD dan SMP tingkat Kabupaten Barito Timur digelar.

FTBI merupakan media apresiasi kepada peserta didik yang dilakukan secara berjenjang mulai dari sekolah atau komunitas belajar ditingkat kecamatan, Kabupaten dan Provinsi.

FTBI untuk jenjang SD tahun 2023 ini diikuti perwakilan 10 UPTD. Untuk SMP diikuti seluruh walaupun tidak sebagian sekolah yang tidak mengirimkan peserta.

Kabid Pembinaan Pendidikan SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, Lia Damayanti menjelaskan penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu dapat menghasilkan pinunjul (juara) pada setiap bidang yang dilombakan dan dapat kembangkan di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

“Digabung dari jenjang SD, SMP disini adalah Festival Tunas Bahasa Ibu. Jadi tujuan disitu untuk revitalisasi bahasa daerah yang ada di Kalimantan Tengah. Namun khususnya Barito Timur ini revitalisasi bahasa dayak Maanyan,” kata Lia Damayanti, Kamis (9/11/2023).

FTBI juga berfungsi sebagai flatform untuk memperkuat pemahaman dan cinta terhadap kekayaan budaya lokal, khusunya dalam Bahasa dan sastra.

“Jadi Festival Tunas Bahasa Ibu ini tujuannya supaya memperkenalkan bagi bahasa, maupun budaya dayak Maanyan ini ke siswa SD dan SMP,” jelas Ibu kabid SMP.

Diharapkan dapat menjadi pelopor dalam pelestarian dan pengembangan warisan budaya daerah.

“Karena seperti kita ketahui sekarang, banyak. Anak-anak itu kadang-kadang bahasa daerah, kemudian, budaya atau sastra daerah banyak sudah hilang,” ujarnya.

Dilanjutkannya, agar generasi milenial fasih menggunakan bahasa daerah dan tetap hidup di tengah-tengah masyarakat yang heterogen, maka menjaga ciri khas bahas mutlak supaya tetap terjaga dan budaya tidak luntur.

“Jadi tujuannya disini, kita disini supaya bahasa daerah, kemudian budaya bisa kita lakukan lagi supaya generasi yang sekarang mengenal budaya dayak Maanyan,” katanya.

Para pemenang tingkat Kabupaten akan diikutkan lagi pada festival ditingkat Provinsi pada tanggal 13 s/d 16 2023 di Barito Selatan. (ags)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!